Berkoordinasi dengan Community Religious Affairs (CRA) RAPP, hanya dalam waktu singkat, total bantuan yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 400 paket atau senilai lebih dari Rp50 juta. Paket sembako tersebut diantarkan langsung ke rumah-rumah warga yang dinilai sangat membutuhkan.
"Melihat situasi pandemi saat ini ada saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan terutama ekonomi. Maka dari itu kami dari paguyuban dan IWARA, berkoordinasi dengan CRA RAPP, serta RT/ RW menggalang dana dari karyawan untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar," ujar Ketua IWARA, Azrina, Kamis (9/4/2020) ketika ditemui saat pendistribusian bantuan.
Nining, seorang warga Pangkalan Kerinci terlihat haru menyambut kedatangan tim peduli dampak Covid-19 di rumahnya.
"Saya sudah hampir dua bulan ini tak lagi bekerja, sehingga kami kesulitan membayar kontrakan dan listrik. Untung ada yang membantu kami untuk makan," ungkap Nining yang juga harus merawat sang suami yang lumpuh sejak 15 tahun lalu.
Di pemukiman lainnya, Cornelius Barus, ayah dua anak ini mengaku sudah tidak bekerja lagi. Ia dan istrinya harus berusaha keras mencari nafkah untuk menghidupi dua putri kecilnya.
Ucapan syukur juga disampaikan Ningsih, janda tiga anak yang terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai pembantu rumah tangga.
Koordinator CRA RAPP Ishak mengatakan pihaknya sangat mendukung aksi solidaritas karyawan ini. Ishak mengaku upaya penggalangan dana masih terus dilakukan dan bantuan sudah disalurkan secara bertahap.
"Untuk tahap awal, kita langsung bergerak mendistribusikan bantuan sebanyak 250 paket, dan akan terus bergerak ke desa-desa sekitar Kabupaten Pelalawan," pungkasnya. (mmd)