Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi kepada wartawan, Kamis (2/4/2020) mengatakan, alat tersebut nantinya akan digunakan oleh tenaga ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan Tim Medis RSUD Arifin Achmad.
"Alat ini mampu memeriksa sampai 100 sampel per hari. Tenaga ahli dari RSUD Arifin Achmad, antara lain dr Arfianti PhD, dr Dewi Anggraini SpMK dan beberapa ahli lainnya," kata Nuzelly.
Terpisah, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan bahwa alat laboratorium tersebut saat ini dalam perjalanan ke Indonesia dan akan dibawa ke Provinsi Riau.
"Kita masih menunggu alat labor yang sekarang sudah sampai Singapura dan mau dibawa ke Jakarta. Semoga (alat, red) cepat sampai, sehingga dalam minggu depan sudah bisa digunakan," kata Syamsuar.
Syamsuar mengatakan, bahwa alat tersebut bisa digunakan untuk memeriksa Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona.
"Semoga dengan adanya alat tersebut, pemeriksaan terhadap ODP dan PDP atau suspect virus Corona tidak memakan waktu lama," jelas Syamsuar. (int/nol)