Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, saat mereka datang ke gudang akhir pekan lalu, tidak ditemukan adanya penumpukan masker maupun hand sanitizer.
"Kami turun langsung ke gudang penyimpanan alat kesehatan. Ternyata memang kosong," kata Ingot, Senin (23/3/2020).
Ingot akui, akibat kekosongan stok di distributor membuat harga masker dan hand sanitizer melambung tinggi. Menurutnya, hal itu menjadi persoalan mengingat masker dan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan tersebut termasuk produk yang tidak bersifat penugasan.
"Artinya, produk tersebut masih mengacu pada mekanisme pasar dan juga belum ada kebijakan dari pemerintah terkait hal itu. Namun demikian, kita akan berupaya mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan ini," jelasnya.
Untuk diketahui, sejak beberapa bulan terakhir terjadi kelangkaan masker dan hand sanitizer di Pekanbaru. Jika pun ada yang menjual, harga produk ini sangat mahal.(int/nol)