PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Demokrat: Prabowo Harus Sikapi Skandal Polisi Rusak Demokrasi
Jakarta, Riauin.com -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersikap tegas terkait dugaan kepolisian menggalang dukungan masyarakat agar memilih paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurutnya, kontestasi pilpres 2019 sudah sangat memprihatinkan.
Fenomena ini terungkap setelah eks Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulwan Azis mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.
"Pak Prabowo harus menyatakan sikap yang tegas sebelum pemilu ini. Ini skandal yang sudah merusak demokrasi," kata Andi saat dihubungi wartawan, Minggu (31/3).
Andi meyakini penggalangan dukungan oleh kepolisian memang benar terjadi di sejumlah daerah. Tidak cuma di Pasirwangi, Garut, Andi menduga pengerahan polisi juga terjadi di sejumlah daerah provinsi lainnya.
"Pengakuan kapolsek itu bukan hanya satu, banyak kapolsek yang sudah bicara," kata Andi.
"Dugaan saya ada institusi gelap yang menggerakkan polisi untuk mendukung Jokowi. Bahkan perusakan bendera partai Demokrat di Riau dilakukan oleh pihak yang sama," kata Andi.
Mantan Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Azis sebelumnya mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut untuk menggalang dukungan dari masyarakat agar memilih Jokowi-Ma'ruf. Perintah serupa juga diberikan kepada Kapolsek lain di wilayah Kabupaten Garut.
Sulman mengaku tidak menjalankan perintah tersebut. Dia tidak mengetahui rekan-rekan Kapolsek lainnya mematuhi perintah tersebut atau tidak. Yang pasti, kata Sulman, Kapolres mengancam bakal memutasi Kapolsek yang bersangkutan jika Jokowi-Ma'ruf kalah di wilayahnya.
Sulman juga membeberkan sejumlah kejanggalan lain. Semuanya berkenaan dengan kemenangan Jokowi-Maruf di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, sudah betugas dimana-mana. Baru tahun 2019 ini, di pilpres 2019, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon," ucap Sulman di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3).
Sulman kini sudah dimutasi. Dia sudah tidak menjabat sebagai Kapolsek Pasirwangi. Sulman mengaku bakal ditempatkan sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Gakkumdu Direktorat Lalu Lintas Jawa Barat
Polda Jawa Barat telah membantah apa yang disampaikan Sulman.
"Tidak benar informasi tersebut," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi wartawan, Minggu (31/3). (int/nol)
Fenomena ini terungkap setelah eks Kapolsek Pasirwangi, Garut, AKP Sulwan Azis mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.
"Pak Prabowo harus menyatakan sikap yang tegas sebelum pemilu ini. Ini skandal yang sudah merusak demokrasi," kata Andi saat dihubungi wartawan, Minggu (31/3).
Andi meyakini penggalangan dukungan oleh kepolisian memang benar terjadi di sejumlah daerah. Tidak cuma di Pasirwangi, Garut, Andi menduga pengerahan polisi juga terjadi di sejumlah daerah provinsi lainnya.
"Pengakuan kapolsek itu bukan hanya satu, banyak kapolsek yang sudah bicara," kata Andi.
"Dugaan saya ada institusi gelap yang menggerakkan polisi untuk mendukung Jokowi. Bahkan perusakan bendera partai Demokrat di Riau dilakukan oleh pihak yang sama," kata Andi.
Mantan Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Azis sebelumnya mengaku diperintah Kapolres Kabupaten Garut untuk menggalang dukungan dari masyarakat agar memilih Jokowi-Ma'ruf. Perintah serupa juga diberikan kepada Kapolsek lain di wilayah Kabupaten Garut.
Sulman mengaku tidak menjalankan perintah tersebut. Dia tidak mengetahui rekan-rekan Kapolsek lainnya mematuhi perintah tersebut atau tidak. Yang pasti, kata Sulman, Kapolres mengancam bakal memutasi Kapolsek yang bersangkutan jika Jokowi-Ma'ruf kalah di wilayahnya.
Sulman juga membeberkan sejumlah kejanggalan lain. Semuanya berkenaan dengan kemenangan Jokowi-Maruf di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, sudah betugas dimana-mana. Baru tahun 2019 ini, di pilpres 2019, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon," ucap Sulman di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/3).
Sulman kini sudah dimutasi. Dia sudah tidak menjabat sebagai Kapolsek Pasirwangi. Sulman mengaku bakal ditempatkan sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Gakkumdu Direktorat Lalu Lintas Jawa Barat
Polda Jawa Barat telah membantah apa yang disampaikan Sulman.
"Tidak benar informasi tersebut," ucap Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi wartawan, Minggu (31/3). (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK