PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Survei Kompas: Sandi Lebih Dongkrak Prabowo Dibanding Ma'ruf ke Jokowi
Jakarta, Riauin.com - Peran cawapres dalam meningkatkan elektabilitas capres dibahas di survei Litbang Kompas terbaru. Hasilnya, Sandiaga Uno lebih berperan terhadap elektabilitas Prabowo Subianto dibanding Ma'ruf Amin ke Joko Widodo.
Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil terkait cawapres dirilis pada hari ini, Jumat (22/3/2019). Sebanyak 71,9% responden memilih karena sosok capres, sedangkan alasan memilih karena sosok cawapres hanya 9,5%.
Meski demikian, kehadiran sosok cawapres tetap mendapat sambutan dari pendukung kedua kubu. Sebanyak 89,7% responden pendukung Jokowi menyatakan makin yakin memilih Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Sementara itu, sebanyak 92,6% responden pendukung Prabowo mengaku yakin memilih Prabowo usai berpasangan dengan Sandiaga.
Siapa cawapres yang paling berperan mendongkrak elektabilitas capres? Di kelompok pemilih Prabowo-Sandi, sebanyak 16,7% responden memilih karena faktor Sandi. Sementara di kelompok pemilih Jokowi-Ma'ruf, pilihan yang didasarkan oleh faktor Ma'ruf Amin hanya sebesar 5,4%.
Sebelumnya, survei Litbang Kompas sudah menjabarkan elektabilitas terbaru capres di Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Ada 13,4% responden yang merahasiakan pilihannya. (int/nol)
Survei Litbang Kompas digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil terkait cawapres dirilis pada hari ini, Jumat (22/3/2019). Sebanyak 71,9% responden memilih karena sosok capres, sedangkan alasan memilih karena sosok cawapres hanya 9,5%.
Meski demikian, kehadiran sosok cawapres tetap mendapat sambutan dari pendukung kedua kubu. Sebanyak 89,7% responden pendukung Jokowi menyatakan makin yakin memilih Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Sementara itu, sebanyak 92,6% responden pendukung Prabowo mengaku yakin memilih Prabowo usai berpasangan dengan Sandiaga.
Siapa cawapres yang paling berperan mendongkrak elektabilitas capres? Di kelompok pemilih Prabowo-Sandi, sebanyak 16,7% responden memilih karena faktor Sandi. Sementara di kelompok pemilih Jokowi-Ma'ruf, pilihan yang didasarkan oleh faktor Ma'ruf Amin hanya sebesar 5,4%.
Sebelumnya, survei Litbang Kompas sudah menjabarkan elektabilitas terbaru capres di Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Ada 13,4% responden yang merahasiakan pilihannya. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK