PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Elektabilitas Gerindra dkk Naik, Habiburokhman Yakin Efek Berkah Prabowo-Sandi
Jakarta, Riauin.com - Tiga dari empat partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan elektabilitas di survei Litbang Kompas periode Maret 2019. Habiburokhman bicara efek dari Prabowo-Sandi.
Partai pengusung Prabowo-Sandi adalah Gerindra, PAN, PKS dan Partai Demokrat atau PD. Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra, PAN dan PKS di survei Kompas periode Maret 2019 mengalami kenaikan dibanding Oktober 2018.
"Ya ini adalah Prabowo-Sandi effect, partai-partai pengusung mendapat berkah dari tingginya elektabilitas Prabowo-Sandi. Sejak awal saya katakan bahwa yang akan dapat coattail effect bukan hanya Gerindra, tapi seluruh koalisi kami," ujar Habiburokhman yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).
Habiburokhman mengatakan efek Prabowo-Sandi juga berimbas kepada caleg Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang konsistenmenyosialisasikan paslon nomor urut 02. Karenanya, dia meminta seluruh partai koalisi Prabowo-Sandi terus mengampanyekan jagoan yang diusung mereka di Pilpres 2019 itu.
"Pengamatan saya di Dapil Jakarta Timur, semakin gencar caleg sosialisasikan paslon 02, dukungan ke pribadi si caleg semakin menguat," kata Habiburokhman.
"Jadi seruan saya ke caleg koalisi, jangan ragu untuk terus kampanyekan paslon Prabowo-Sandi, pasti elektabilitas meningkat," imbuh Ketua DPP Partai Gerindra itu.
Survei Litbang Kompas digelar 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
Jika membandingkan hasil survei Kompas periode Oktober 2018 dan Maret 2019, elektabilitas tiga dari empat partai pengusung Prabowo-Sandi yakni Gerindra-PKS-PAN mengalami kenaikan. Hanya Partai Demokrat atau PD yang stagnan di angka 4 persen, bahkan cenderung turun meski hanya kisaran nol koma.
Meski demikian, baru Gerindra yang masuk kategori partai yang langsung lolos ke DPR versi survei Kompas. Ambang batas parlemen untuk Pemilu 2019 diketahui sebesar 4 persen.
Untuk PAN-PKS dan PD, mereka masuk kategori partai dengan elektabilitas memenuhi minimal ambang batas parlemen, termasuk dengan mempertimbangkan margin of error 2,2%.
Berikut ini elektabilitas partai pengusung Prabowo di survei Litbang Kompas periode Maret 2019:
Gerindra
Pemilu 2014: 11,8%
Oktober 2018: 16%
Maret 2019: 17%
PKS
Pemilu 2014: 6,8%
Oktober 2018: 3,3%
Maret 2019: 4,5%
PAN
Pemilu 2014: 7,6%
Oktober 2018: 2,3%
Maret 2019: 2,9%
Demokrat
Pemilu 2014: 10,2%
Oktober 2018: 4,8%
Maret 2019: 4,6% (int/nol)
Partai pengusung Prabowo-Sandi adalah Gerindra, PAN, PKS dan Partai Demokrat atau PD. Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra, PAN dan PKS di survei Kompas periode Maret 2019 mengalami kenaikan dibanding Oktober 2018.
"Ya ini adalah Prabowo-Sandi effect, partai-partai pengusung mendapat berkah dari tingginya elektabilitas Prabowo-Sandi. Sejak awal saya katakan bahwa yang akan dapat coattail effect bukan hanya Gerindra, tapi seluruh koalisi kami," ujar Habiburokhman yang juga anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).
Habiburokhman mengatakan efek Prabowo-Sandi juga berimbas kepada caleg Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang konsistenmenyosialisasikan paslon nomor urut 02. Karenanya, dia meminta seluruh partai koalisi Prabowo-Sandi terus mengampanyekan jagoan yang diusung mereka di Pilpres 2019 itu.
"Pengamatan saya di Dapil Jakarta Timur, semakin gencar caleg sosialisasikan paslon 02, dukungan ke pribadi si caleg semakin menguat," kata Habiburokhman.
"Jadi seruan saya ke caleg koalisi, jangan ragu untuk terus kampanyekan paslon Prabowo-Sandi, pasti elektabilitas meningkat," imbuh Ketua DPP Partai Gerindra itu.
Survei Litbang Kompas digelar 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
Jika membandingkan hasil survei Kompas periode Oktober 2018 dan Maret 2019, elektabilitas tiga dari empat partai pengusung Prabowo-Sandi yakni Gerindra-PKS-PAN mengalami kenaikan. Hanya Partai Demokrat atau PD yang stagnan di angka 4 persen, bahkan cenderung turun meski hanya kisaran nol koma.
Meski demikian, baru Gerindra yang masuk kategori partai yang langsung lolos ke DPR versi survei Kompas. Ambang batas parlemen untuk Pemilu 2019 diketahui sebesar 4 persen.
Untuk PAN-PKS dan PD, mereka masuk kategori partai dengan elektabilitas memenuhi minimal ambang batas parlemen, termasuk dengan mempertimbangkan margin of error 2,2%.
Berikut ini elektabilitas partai pengusung Prabowo di survei Litbang Kompas periode Maret 2019:
Gerindra
Pemilu 2014: 11,8%
Oktober 2018: 16%
Maret 2019: 17%
PKS
Pemilu 2014: 6,8%
Oktober 2018: 3,3%
Maret 2019: 4,5%
PAN
Pemilu 2014: 7,6%
Oktober 2018: 2,3%
Maret 2019: 2,9%
Demokrat
Pemilu 2014: 10,2%
Oktober 2018: 4,8%
Maret 2019: 4,6% (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK