PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Mahfud MD Ungkap Romi Manfaatkan Kemenag untuk Pemenangan PPP
Jakarta, Riauin.com -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku menerima informasi bahwa mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Romahurmuziy alias Romi telah memanfaatkan jaringan kantor wilayah Kementerian Agama (kanwil Kemenag) untuk memaparkan program pemenangan PPP di Pemilu 2019.
Mahfud mendapat informasi itu setelah mendapati dokumen tentang skema pemenangan PPP yang menjelaskan tentang penggunaan jaringan-jaringan Kemenag dari pusat hingga daerah. Mahfud mengklaim informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh seseorang di kanwil Kemenag tertentu.
"Saya punya dokumen, tadi dikirim tentang skema pemenangan PPP dan di situ jelas menggunakan jaringan-jaringan Kemenag dari pusat sampai ke daerah. Saya katakan ini benar enggak, saya tanya ke satu kanwil, [dijawab] betul," kata Mahfud saat berbicara dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan langsung TV One pada Selasa (20/3).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Mahfud, pemaparan program pemenangan PPP di Pemilu 2019 itu dilakukan Romi dengan mengajak orang-orang yang bekerja di kanwil Kemenag tertentu untuk berkumpul di dalam sebuah ruangan.
Menurutnya, orang-orang yang dikumpulkan Romi itu pun diminta untuk mematikan telepon selulernya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan dan mendengarkan paparan program pemenangan PPP.
"Yang menyampaikan sendiri materinya Romi. Jadi kalau datang ke kanwil [Kemenag] disuruh masuk ke ruangan semua orang matikan handphone lalu dijelaskan ini program pemenangan partai, kalau kanwil begini tugasnya, target suara suara begini, begini," tuturnya.
Mahfud mengungkap semua informasi tersebut untuk mengklarifikasi kepada publik soal pengetahuannya tentang persoalan di tubuh Kemenag. Hal itu disampaikan Mahfud menanggapi pengungkapan kasus dugaan jual-beli jabatan di tubuh Kemenag yang turut menjerat Romi.
"Saya berani sampaikan begini karena yang mengatakan kepada saya berani bersaksi, tetapi saya katakan nanti saya sampaikan kepada KPK saja agar dicari. Kalau cuma saksi satu begitu kan mungkin kurang masif, saya katakan biar KPK nanti menyelidiki ini," kata Romi.
Mahfud sebelumnya pernah merespons kabar terjaringnya Romi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Jumat (15/3). Dia mengaku sudah mewanti-wanti soal ini pada sebuah malam di Hotel Darmawangsa.
"As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!," ujar Mahfud saat merespons pemberitaan OTT KPK di akun Twitter resminya, Jumat (15/3).
Terlepas dari itu, diketahui bahwa Mahfud sempat dibuat geram karena Romi menyinggung drama pembatalan nama Mahfud jadi cawapres Jokowi.
Romi sempat mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang mengundang Mahfud untuk berdandan dan bersiap tak jauh dari lokasi pengumuman cawapres Jokowi di di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Agustus 2018.(int/nol)
Mahfud mendapat informasi itu setelah mendapati dokumen tentang skema pemenangan PPP yang menjelaskan tentang penggunaan jaringan-jaringan Kemenag dari pusat hingga daerah. Mahfud mengklaim informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh seseorang di kanwil Kemenag tertentu.
"Saya punya dokumen, tadi dikirim tentang skema pemenangan PPP dan di situ jelas menggunakan jaringan-jaringan Kemenag dari pusat sampai ke daerah. Saya katakan ini benar enggak, saya tanya ke satu kanwil, [dijawab] betul," kata Mahfud saat berbicara dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan langsung TV One pada Selasa (20/3).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Mahfud, pemaparan program pemenangan PPP di Pemilu 2019 itu dilakukan Romi dengan mengajak orang-orang yang bekerja di kanwil Kemenag tertentu untuk berkumpul di dalam sebuah ruangan.
Menurutnya, orang-orang yang dikumpulkan Romi itu pun diminta untuk mematikan telepon selulernya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan dan mendengarkan paparan program pemenangan PPP.
"Yang menyampaikan sendiri materinya Romi. Jadi kalau datang ke kanwil [Kemenag] disuruh masuk ke ruangan semua orang matikan handphone lalu dijelaskan ini program pemenangan partai, kalau kanwil begini tugasnya, target suara suara begini, begini," tuturnya.
Mahfud mengungkap semua informasi tersebut untuk mengklarifikasi kepada publik soal pengetahuannya tentang persoalan di tubuh Kemenag. Hal itu disampaikan Mahfud menanggapi pengungkapan kasus dugaan jual-beli jabatan di tubuh Kemenag yang turut menjerat Romi.
"Saya berani sampaikan begini karena yang mengatakan kepada saya berani bersaksi, tetapi saya katakan nanti saya sampaikan kepada KPK saja agar dicari. Kalau cuma saksi satu begitu kan mungkin kurang masif, saya katakan biar KPK nanti menyelidiki ini," kata Romi.
Mahfud sebelumnya pernah merespons kabar terjaringnya Romi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Jumat (15/3). Dia mengaku sudah mewanti-wanti soal ini pada sebuah malam di Hotel Darmawangsa.
"As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!," ujar Mahfud saat merespons pemberitaan OTT KPK di akun Twitter resminya, Jumat (15/3).
Terlepas dari itu, diketahui bahwa Mahfud sempat dibuat geram karena Romi menyinggung drama pembatalan nama Mahfud jadi cawapres Jokowi.
Romi sempat mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang mengundang Mahfud untuk berdandan dan bersiap tak jauh dari lokasi pengumuman cawapres Jokowi di di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, 9 Agustus 2018.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK