PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
TKN Jawab Kritik soal Kartu Sakti Jokowi: Cara Pikir Fadli Tertinggal 30 Tahun
Jakarta, Riauin.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menyebut konsep tiga 'kartu sakti' Jokowi-Ma'ruf Amin kuno dan merupakan cara berpikir 'zaman kuda'. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf balik menyindir cara pikir Fadli tertinggal.
"Terlihat sekali cara berpikir Fadli Zon dan BPN tertinggal 30 tahun dalam menyikapi soal kartu-kartu yang ditawarkan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).
"Kalau sekarang di dompet mereka ada kartu ATM, kartu kredit, atau e-money, apakah itu kartu-kartu yang mereka gunakan itu adalah produk 'zaman kuda'?" imbuh dia.
Menurut Ace, Fadli tidak menangkap maksud kartu-kartu sakti yang akan dikeluarkan Jokowi-Ma'ruf. Dia mengatakan kartu-kartu tersebut visioner menjawab persoalan masyarakat.
"Gagasan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin lebih visioner. Pertama, mendorong inklusi keuangan dengan model cashless (nontunai), di mana pola penyaluran bantuan baik sembako murah, dana kuliah, maupun prakerja disalurkan dengan cara nontunai," jelas Ace.
"Dengan penerapan model nontunai, maka penyaluran bantuan menjadi tepat sasaran dan bisa mengurangi kebocoran," lanjut dia.
Ia pun menyebut Fadli bak kura-kura dalam perahu. Ace menyinggung gagasan Sandiaga Uno yang berencana memaksimalkan fungsi e-KTP. Menurut Ace, e-KTP belum siap difungsikan sekaligus untuk program bantuan pemerintah.
"Fadli Zon dan BPN seperti kura-kura dalam perahu. e-KTP belum siap digunakan sebagai kartu segala hal. Untuk itu, dipakai kartu per sektor agar masyarakat lebih mudah mengakses bantuan sosial dari negara. Kalau masyarakat sudah siap, ke depan mungkin tidak perlu lagi pakai kartu, tapi bisa akses bantuan sosial pakai handphone," ungkap Ace.
Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik tiga kartu sakti Jokowi-Ma'ruf Amin, yaitu Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Fadli menyebut konsep kartu-kartu tersebut kuno.
"Saya kira sudah saatnya kita jangan berpikir pakai kartu-kartu lagi. KIS, KIP... nanti 'Kartu Indonesia Bodoh', 'Kartu Indonesia Sabar', saya kira itu cara kuno," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).
Fadli mengunggulkan gagasan Sandiaga Uno soal memaksimalkan fungsi e-KTP. Berbeda dengan Sandiaga yang berpikir modern, Fadli menilai cara berpikir timses Jokowi-Ma'ruf yang mengeluarkan banyak kartu tak efisien.
"Menurut saya, ini satu hal yang kontradiktif. Di satu sisi mengajak maju dengan bicara Revolusi 4.0, di sisi lain cara berpikirnya masih di zaman kuda. Orang belum ada mobil gitu," ucapnya. (int/nol)
"Terlihat sekali cara berpikir Fadli Zon dan BPN tertinggal 30 tahun dalam menyikapi soal kartu-kartu yang ditawarkan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).
"Kalau sekarang di dompet mereka ada kartu ATM, kartu kredit, atau e-money, apakah itu kartu-kartu yang mereka gunakan itu adalah produk 'zaman kuda'?" imbuh dia.
Menurut Ace, Fadli tidak menangkap maksud kartu-kartu sakti yang akan dikeluarkan Jokowi-Ma'ruf. Dia mengatakan kartu-kartu tersebut visioner menjawab persoalan masyarakat.
"Gagasan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin lebih visioner. Pertama, mendorong inklusi keuangan dengan model cashless (nontunai), di mana pola penyaluran bantuan baik sembako murah, dana kuliah, maupun prakerja disalurkan dengan cara nontunai," jelas Ace.
"Dengan penerapan model nontunai, maka penyaluran bantuan menjadi tepat sasaran dan bisa mengurangi kebocoran," lanjut dia.
Ia pun menyebut Fadli bak kura-kura dalam perahu. Ace menyinggung gagasan Sandiaga Uno yang berencana memaksimalkan fungsi e-KTP. Menurut Ace, e-KTP belum siap difungsikan sekaligus untuk program bantuan pemerintah.
"Fadli Zon dan BPN seperti kura-kura dalam perahu. e-KTP belum siap digunakan sebagai kartu segala hal. Untuk itu, dipakai kartu per sektor agar masyarakat lebih mudah mengakses bantuan sosial dari negara. Kalau masyarakat sudah siap, ke depan mungkin tidak perlu lagi pakai kartu, tapi bisa akses bantuan sosial pakai handphone," ungkap Ace.
Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik tiga kartu sakti Jokowi-Ma'ruf Amin, yaitu Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Fadli menyebut konsep kartu-kartu tersebut kuno.
"Saya kira sudah saatnya kita jangan berpikir pakai kartu-kartu lagi. KIS, KIP... nanti 'Kartu Indonesia Bodoh', 'Kartu Indonesia Sabar', saya kira itu cara kuno," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).
Fadli mengunggulkan gagasan Sandiaga Uno soal memaksimalkan fungsi e-KTP. Berbeda dengan Sandiaga yang berpikir modern, Fadli menilai cara berpikir timses Jokowi-Ma'ruf yang mengeluarkan banyak kartu tak efisien.
"Menurut saya, ini satu hal yang kontradiktif. Di satu sisi mengajak maju dengan bicara Revolusi 4.0, di sisi lain cara berpikirnya masih di zaman kuda. Orang belum ada mobil gitu," ucapnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK