PILIHAN
Titik Api di Riau Meningkat, DPRD Minta BPBD Perkuat Koordinasi dengan DLHK
PEKANBARU, Riauin.com - Peningkatan jumlah titik panas (hotspot) yang telah menyebar di 7 kabupaten/kota di Riau mulai mengkhawatirkan. Oleh sebab itu DPRD Riau meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Asri Auzar mengatakan, koordinasi antara dua instansi ini belum begitu terlihat selama ini, untuk itu menurutnya hal tersebut harus menjadi perhatian.
"BPBD kita minta bekerjasamalah dengan DLHK, bagi yang merambah hutan ditangkap. Sejauh ini kita belum melihat koordinasi mereka bagus, BPBD berjalan sendiri memadamkan api, DLHK sendiri juga menjalankan tugasnya," tegas Asri, Jumat (22/2/2019).
Politisi Demokrat ini menambahkan, saat ini, potensi kebakaran di Riau cukup tinggi karena memiliki lahan gambut yang cukup luas dan mudah sekali terbakar. Hal tersebut juga mengacu pada data BMKG yang melaporkan titik panas yang bermunculan di sejumlah daerah di Riau.
"Siapapun yang menyerobot hutan, baik itu perusahaan maupun perseorangan, kita minta aparat untuk bertindak tegas agar timbul efek jera di masyarakat. Tapi jangan tebang pilih, malah kita harap ke perusahaan harus lebih tegas lagi, karena kadang-kadang masyarakat membakar 1 hektar ditangkap, perusahaan ratusan hektar tak ditangkap," cakapnya lagi
Lebih lanjut, sosialisasi tentang bahaya Karhutla dikatakan Asri juga harus digencarkan oleh BPBD agar masyarakat bisa bersama-sama menjaga hutannya.
Seperti yang diberitakan wartawan sebelumnya, titik panas (hotspot) di provinsi Riau terus peningkatan. Pantauan satelit modis Terra dan Aqua Jumat (22/2/2019), saat ini terdapat 54 hotspot di sejumlah daerah di Riau.
"Hari ini terpantau 54 hotspot di Riau yang tersebar di tujuh wilayah. Paling banyak itu di Bengkalis," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sukisno, Jumat (22/2/2019).
Ia mengatakan, 54 hotspot tersebar di Bengkalis 28 titik, Meranti 3 titik, Dumai 6 titik, Pelalawan 3 titik,Rokan Hilir 4 titik, Siak 1 titik dan Indragiri Hilir 9.
"Dari 54 hotspot tersebut, Riau 40 diantaranya memiliki level konfidence diatas 70 persen (titik api). Ini artinya di wilayah tersebut diduga kuat ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.(clc)
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Asri Auzar mengatakan, koordinasi antara dua instansi ini belum begitu terlihat selama ini, untuk itu menurutnya hal tersebut harus menjadi perhatian.
"BPBD kita minta bekerjasamalah dengan DLHK, bagi yang merambah hutan ditangkap. Sejauh ini kita belum melihat koordinasi mereka bagus, BPBD berjalan sendiri memadamkan api, DLHK sendiri juga menjalankan tugasnya," tegas Asri, Jumat (22/2/2019).
Politisi Demokrat ini menambahkan, saat ini, potensi kebakaran di Riau cukup tinggi karena memiliki lahan gambut yang cukup luas dan mudah sekali terbakar. Hal tersebut juga mengacu pada data BMKG yang melaporkan titik panas yang bermunculan di sejumlah daerah di Riau.
"Siapapun yang menyerobot hutan, baik itu perusahaan maupun perseorangan, kita minta aparat untuk bertindak tegas agar timbul efek jera di masyarakat. Tapi jangan tebang pilih, malah kita harap ke perusahaan harus lebih tegas lagi, karena kadang-kadang masyarakat membakar 1 hektar ditangkap, perusahaan ratusan hektar tak ditangkap," cakapnya lagi
Lebih lanjut, sosialisasi tentang bahaya Karhutla dikatakan Asri juga harus digencarkan oleh BPBD agar masyarakat bisa bersama-sama menjaga hutannya.
Seperti yang diberitakan wartawan sebelumnya, titik panas (hotspot) di provinsi Riau terus peningkatan. Pantauan satelit modis Terra dan Aqua Jumat (22/2/2019), saat ini terdapat 54 hotspot di sejumlah daerah di Riau.
"Hari ini terpantau 54 hotspot di Riau yang tersebar di tujuh wilayah. Paling banyak itu di Bengkalis," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sukisno, Jumat (22/2/2019).
Ia mengatakan, 54 hotspot tersebar di Bengkalis 28 titik, Meranti 3 titik, Dumai 6 titik, Pelalawan 3 titik,Rokan Hilir 4 titik, Siak 1 titik dan Indragiri Hilir 9.
"Dari 54 hotspot tersebut, Riau 40 diantaranya memiliki level konfidence diatas 70 persen (titik api). Ini artinya di wilayah tersebut diduga kuat ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.(clc)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga