PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Warga Resah, Truk Bertonase Besar Bebas Lintasi Jembatan Teluk Masjid
SIAK, Riauin.com - Dinas Perhubungan Kabupaten Siak diminta segera menindak tegas truk bertonase besar yang setiap hari bebas melintasi Jembatan Sultan Abdul Jalil Rachmadsyah atau yang biasa disebut Jembatan Teluk Masjid.
Pasalnya, masyarakat khawatir akan kekuatan Jembatan Teluk Masjid jika setiap hari dilalui truk pengangkut sawit yang bermuatan mencapai 35-40 ton. Jika Pemerintah Kabupaten Siak bersama instansi terkait tidak segera merespon, jembatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak ini dikhawatirkan tidak bisa lagi dimanfaatkan.
"Kayak ginilah kondisi Jembatan Teluk Masjid ini, setiap harinya dilalui truk pengangkut sawit. Satu truknya saja mengangkut lebih dari 30 ton sawit dan setiap hari ini lebih dari dua truk yang melintas. Kita khawatir akan berpengaruh kepada kekuatan jembatan. Apalagi kita lihat rata-rata truk tak sanggub bergerak lagi ketika melintasi jembatan yang agak bertanjak, ini kan bahaya juga jika terjadi sesuatu di tengah jambatan," ungkap Ema salah seorang warga Teluk Masjid, Kamis (7/2/2019).
Sementara itu, warga lainnya Anto, meminta Pemerintah Kabupaten Siak bersama intansi terkait agar segera menindak truk bertonase besar tersebut karena sudah meresahkan masyarakat.
"Jangan gara-gara mereka (tuk sawit) jambatan kebanggan kita ini rusak bahkan terancam tidak akan bisa dilalui. Dishub kita minta segera bertindak turun ke lapangan. Karena hingga saat ini tak ada satupun petugas di lapangan padahal tidak jauh dari jambatan ada pos jaga kenapa ini tidak difungsikan," ungkap Anto.
Tidak hanya menindak, Anto juga meminta aparat pemerintah seperti Dishub memberi solusi atau alternatif lain bagi truk agar tidak melintasi Jembatan Teluk Masjid ini.
"Tidak hanya ditindak atau ditertibkan, tetapi juga diberi solusi dengan menyediakan jalur alternatif lain. Karena kita ketahui Teluk Masjid inikan ada feri penyeberangan kenapa tidak diarahkan ke sana. Kita minta persoalan ini segera diselesaikan jangan sampai pemerintah terkesan tutup mata, " pungkas Anto. (int/nol)
Pasalnya, masyarakat khawatir akan kekuatan Jembatan Teluk Masjid jika setiap hari dilalui truk pengangkut sawit yang bermuatan mencapai 35-40 ton. Jika Pemerintah Kabupaten Siak bersama instansi terkait tidak segera merespon, jembatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak ini dikhawatirkan tidak bisa lagi dimanfaatkan.
"Kayak ginilah kondisi Jembatan Teluk Masjid ini, setiap harinya dilalui truk pengangkut sawit. Satu truknya saja mengangkut lebih dari 30 ton sawit dan setiap hari ini lebih dari dua truk yang melintas. Kita khawatir akan berpengaruh kepada kekuatan jembatan. Apalagi kita lihat rata-rata truk tak sanggub bergerak lagi ketika melintasi jembatan yang agak bertanjak, ini kan bahaya juga jika terjadi sesuatu di tengah jambatan," ungkap Ema salah seorang warga Teluk Masjid, Kamis (7/2/2019).
Sementara itu, warga lainnya Anto, meminta Pemerintah Kabupaten Siak bersama intansi terkait agar segera menindak truk bertonase besar tersebut karena sudah meresahkan masyarakat.
"Jangan gara-gara mereka (tuk sawit) jambatan kebanggan kita ini rusak bahkan terancam tidak akan bisa dilalui. Dishub kita minta segera bertindak turun ke lapangan. Karena hingga saat ini tak ada satupun petugas di lapangan padahal tidak jauh dari jambatan ada pos jaga kenapa ini tidak difungsikan," ungkap Anto.
Tidak hanya menindak, Anto juga meminta aparat pemerintah seperti Dishub memberi solusi atau alternatif lain bagi truk agar tidak melintasi Jembatan Teluk Masjid ini.
"Tidak hanya ditindak atau ditertibkan, tetapi juga diberi solusi dengan menyediakan jalur alternatif lain. Karena kita ketahui Teluk Masjid inikan ada feri penyeberangan kenapa tidak diarahkan ke sana. Kita minta persoalan ini segera diselesaikan jangan sampai pemerintah terkesan tutup mata, " pungkas Anto. (int/nol)
Berita Lainnya
Atasi Terbatasnya APBD, Pemkab Siak Ajak Perusahaan Swasta Benahi Jalan
Langkah Edukasi Digital Anak di Riau, Pemkab Siak Batasi Penggunaan Ponsel Pintar di Sekolah
Kasus Hukum Kadishub Siak Jadi Peringatan, Sekda Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Korupsi
Sektor Pertanian Siak Jadi Penopang Utama Ketahanan Pangan Riau
Produk UMKM Siak Resmi Masuk Indomaret, Afni: Investasi Harus Berdampak bagi Pelaku Usaha Lokal
Produk UMKM Siak Resmi Masuk Indomaret, Afni: Investasi Harus Berdampak bagi Pelaku Usaha Lokal
Atasi Terbatasnya APBD, Pemkab Siak Ajak Perusahaan Swasta Benahi Jalan
Langkah Edukasi Digital Anak di Riau, Pemkab Siak Batasi Penggunaan Ponsel Pintar di Sekolah
Kasus Hukum Kadishub Siak Jadi Peringatan, Sekda Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Korupsi
Sektor Pertanian Siak Jadi Penopang Utama Ketahanan Pangan Riau
Produk UMKM Siak Resmi Masuk Indomaret, Afni: Investasi Harus Berdampak bagi Pelaku Usaha Lokal
Produk UMKM Siak Resmi Masuk Indomaret, Afni: Investasi Harus Berdampak bagi Pelaku Usaha Lokal