PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Jalankan Program yang Inovatif, Puskesmas Sungai Apit Raih Peringkat I se-Indonesia
SIAK, Riauin.com - Prestasi gemilang kembali diraih oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sungai Apit, Siak. Puskesmas yang dipimpin oleh dr Adrian itu meraih juara 1 terbaik tingkat nasional dalam penilaian fasilitas kesehatan tingkat pertama berprestasi kategori Puskesmas daerah terpencil.
Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyampaikan tahniah kepada Kepala Puskesmas Sungai Apit, dr Adrian yang sejak awal optimis Puskesmas yang dipimpinnya meraih juara I pada penilaian Puskesmas Terbaik 2018 secara nasional kategori daerah terpencil.
"Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat gemilang. Puskesmas Sungai Apit bisa meraih juara 1 se Indonesia. Sejak awal masuk dalam tiga besar nasional, dr Adrian juga sudah percaya diri program-program yang diluncurkannya sangat bermanfaat dan innovatif. Ditambah lagi dukungan Pemkab dan masyarakat Siak," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Jumat (9/11/2018).
Tak hanya sekali ini saja, Puskesmas Sungai Apit sudah banyak menerima penghargaan tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Seperti, taman obat keluarga (Toga) juara I tingkat Nasional, tenaga farmasi juara III nasional dan lain-lain.
Camatnya mendukung semua program kesehatan yang ada di Puskesmas, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Puskesmas Sungai Apit ini telah membuat program 3 in 1 Sofi (solution for immunization) yang terdiri dari Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Imunisasi (FKMPI), Diari sehatku dan Suci (software imunisasi berbasis komputer).
Selain itu, di Puskesmas Sungai Apit telah dibentuk kader jumantik cilik anak sekolah (Kajucil), dan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di setiap kampung.
Biasanya pos UKK berada di industri-industri dan perusahaan, tapi Sungai Apit justru berada di tengah-tengah masyarakat petani, sehingga petani sudah tahu menjaga kesehatan dalam bekerja sehari-hari.
Pada Pos UKK, juga dilaksanakan kegiatan lain seperti olahraga/senam sekali seminggu, penyuluhan kesehatan dan ajang silaturahmi antar masyarakat terutama petani, dan biayanya dari masyarakat itu sendiri, donatur maupun dari CSR perusahaan.
Sebelumnya, kata Adrian, proses penilaian yang dilakukan oleh tim Kemenkes ini juga sangat membantu untuk persiapan akreditasi pada 2020 mendatang. Secara tak langsung pihaknya mendapatkan masukan yang diberikan oleh tim verifikator pusat tersebut.
"Penilaian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara teratur dan berjenjang untuk memberikan pengakuan penghargaan atas prestasi dari sebuah FKTM," sebut dr Adrian. (int/nol)
Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyampaikan tahniah kepada Kepala Puskesmas Sungai Apit, dr Adrian yang sejak awal optimis Puskesmas yang dipimpinnya meraih juara I pada penilaian Puskesmas Terbaik 2018 secara nasional kategori daerah terpencil.
"Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat gemilang. Puskesmas Sungai Apit bisa meraih juara 1 se Indonesia. Sejak awal masuk dalam tiga besar nasional, dr Adrian juga sudah percaya diri program-program yang diluncurkannya sangat bermanfaat dan innovatif. Ditambah lagi dukungan Pemkab dan masyarakat Siak," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Jumat (9/11/2018).
Tak hanya sekali ini saja, Puskesmas Sungai Apit sudah banyak menerima penghargaan tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Seperti, taman obat keluarga (Toga) juara I tingkat Nasional, tenaga farmasi juara III nasional dan lain-lain.
Camatnya mendukung semua program kesehatan yang ada di Puskesmas, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Puskesmas Sungai Apit ini telah membuat program 3 in 1 Sofi (solution for immunization) yang terdiri dari Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Imunisasi (FKMPI), Diari sehatku dan Suci (software imunisasi berbasis komputer).
Selain itu, di Puskesmas Sungai Apit telah dibentuk kader jumantik cilik anak sekolah (Kajucil), dan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di setiap kampung.
Biasanya pos UKK berada di industri-industri dan perusahaan, tapi Sungai Apit justru berada di tengah-tengah masyarakat petani, sehingga petani sudah tahu menjaga kesehatan dalam bekerja sehari-hari.
Pada Pos UKK, juga dilaksanakan kegiatan lain seperti olahraga/senam sekali seminggu, penyuluhan kesehatan dan ajang silaturahmi antar masyarakat terutama petani, dan biayanya dari masyarakat itu sendiri, donatur maupun dari CSR perusahaan.
Sebelumnya, kata Adrian, proses penilaian yang dilakukan oleh tim Kemenkes ini juga sangat membantu untuk persiapan akreditasi pada 2020 mendatang. Secara tak langsung pihaknya mendapatkan masukan yang diberikan oleh tim verifikator pusat tersebut.
"Penilaian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara teratur dan berjenjang untuk memberikan pengakuan penghargaan atas prestasi dari sebuah FKTM," sebut dr Adrian. (int/nol)
Berita Lainnya
Pemprov Riau Kucurkan Dana Verval, 76 Bangunan KDKMP di Siak Selesai 100 Persen
Pemkab Siak Gandeng Swasta Perbaiki Jalan Rusak 6,4 Km, Bupati Afni Kecewa DBH 2027 Dipangkas
Sabet Juara II MTQ Nasional XXXI, Pemkab Siak Ganjar Afif Muhammad Bonus Umrah dan Beasiswa
Diskes Siak Siapkan 119 Ribu Masker Usai Kasus ISPA Melonjak Lagi
Siak Publikasikan ISPU Tiap Hari, Penanganan Karhutla Dipantau dari Pendidikan Lemhannas
Atasi Terbatasnya APBD, Pemkab Siak Ajak Perusahaan Swasta Benahi Jalan
Pemprov Riau Kucurkan Dana Verval, 76 Bangunan KDKMP di Siak Selesai 100 Persen
Pemkab Siak Gandeng Swasta Perbaiki Jalan Rusak 6,4 Km, Bupati Afni Kecewa DBH 2027 Dipangkas
Sabet Juara II MTQ Nasional XXXI, Pemkab Siak Ganjar Afif Muhammad Bonus Umrah dan Beasiswa
Diskes Siak Siapkan 119 Ribu Masker Usai Kasus ISPA Melonjak Lagi
Siak Publikasikan ISPU Tiap Hari, Penanganan Karhutla Dipantau dari Pendidikan Lemhannas
Atasi Terbatasnya APBD, Pemkab Siak Ajak Perusahaan Swasta Benahi Jalan