PILIHAN
Hujan Deras, RSUD Kota Dumai Kebanjiran
DUMAI, Riauin.com - Hujan yang melanda Kota Dumai pada Selasa (9/10/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai kebanjiran.
Pantauan Halloriau.com air menggenangi ruang rawat inap VVIP B RSUD Dumai diduga akibat tersumbatnya drainase RSUD Dumai akibat proyek pengembangan rumah sakit.
Drainase tidak berfungsi dengan baik akibat tumpukan material pengembangan RSUD seperti lumpur, tanah, pasir dan material lainnya akibatnya air meluap dan masuk ke ruang rawat inap.
Masuknya air ke dalam rung rawat inap sangat mengganggu pasien dan keluarga pasien. Sebagian pasien meminta pindah ke ruang lain yang lebih tinggi dan aman dari banjir. Sebagian memilih bertahan hingga air surut.
Tidak sedikit keluarga pasien yang marah-marah pada petugas jaga malam, pasalnya air menggenangi ruangan hingga 5 centi meter dan belum ada upaya dari pihak RSUD untuk menyedot air menggunakan mesin.
Seperti yang disampaikan Mulyono yang saat itu tengah menemani anaknya dirawat di ruang VVIP B. Ia meminta agar petugas jaga malam segera menghubungi pimpinan RSUD.
"Jika kalian tidak bisa mengambil kebijakan, segera hubungi pimpinan kalian. Sampaikan yang terjadi agar ada solusinya. Jangan pasrah seperti ini. Minta kepada pimpinan kalian agar menyedot air menggunakan mesin air supaya banjir tidak meluas ," katanya.
Sementara, sejumlah petugas kebersihan RSUD Dumai mengaku, selama ini jika hujan deras ruangan tidak kemasukan air, namun kali ini terbilang cukup parah.
"Selama ini jika hujan deras ruangan tidak kemasukan air, namun kali ini terbilang cukup parah. Mungkin akibat pembangunan RSUD di belakang pak," tutur salah satu petugas kebersihan RSUD Dumai.
Menurut mereka, banjir itu disebabkan selain tingginya intensitas hujan, juga akibat pasang air laut. Dua hal itu menyebabkan saluran air di RSUD tersebut tidak mampu menampung besarnya debit air hingga meluap.
Terkait kejadian ini, petugas rawat inap ruang VVIP B RSUD Dumai enggan berkomentar. Ketika ditanya terkait kejadian ini mereka memilih diam. Sementara Direktur RSUD Dumai belum dapat dikonfirmasi. (int/nol)
Pantauan Halloriau.com air menggenangi ruang rawat inap VVIP B RSUD Dumai diduga akibat tersumbatnya drainase RSUD Dumai akibat proyek pengembangan rumah sakit.
Drainase tidak berfungsi dengan baik akibat tumpukan material pengembangan RSUD seperti lumpur, tanah, pasir dan material lainnya akibatnya air meluap dan masuk ke ruang rawat inap.
Masuknya air ke dalam rung rawat inap sangat mengganggu pasien dan keluarga pasien. Sebagian pasien meminta pindah ke ruang lain yang lebih tinggi dan aman dari banjir. Sebagian memilih bertahan hingga air surut.
Tidak sedikit keluarga pasien yang marah-marah pada petugas jaga malam, pasalnya air menggenangi ruangan hingga 5 centi meter dan belum ada upaya dari pihak RSUD untuk menyedot air menggunakan mesin.
Seperti yang disampaikan Mulyono yang saat itu tengah menemani anaknya dirawat di ruang VVIP B. Ia meminta agar petugas jaga malam segera menghubungi pimpinan RSUD.
"Jika kalian tidak bisa mengambil kebijakan, segera hubungi pimpinan kalian. Sampaikan yang terjadi agar ada solusinya. Jangan pasrah seperti ini. Minta kepada pimpinan kalian agar menyedot air menggunakan mesin air supaya banjir tidak meluas ," katanya.
Sementara, sejumlah petugas kebersihan RSUD Dumai mengaku, selama ini jika hujan deras ruangan tidak kemasukan air, namun kali ini terbilang cukup parah.
"Selama ini jika hujan deras ruangan tidak kemasukan air, namun kali ini terbilang cukup parah. Mungkin akibat pembangunan RSUD di belakang pak," tutur salah satu petugas kebersihan RSUD Dumai.
Menurut mereka, banjir itu disebabkan selain tingginya intensitas hujan, juga akibat pasang air laut. Dua hal itu menyebabkan saluran air di RSUD tersebut tidak mampu menampung besarnya debit air hingga meluap.
Terkait kejadian ini, petugas rawat inap ruang VVIP B RSUD Dumai enggan berkomentar. Ketika ditanya terkait kejadian ini mereka memilih diam. Sementara Direktur RSUD Dumai belum dapat dikonfirmasi. (int/nol)
Berita Lainnya
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jasad Anak yang Terjatuh di Dermaga Dumai Riau
Polres Dumai Koordinasikan Pemadaman Karhutla di Dua Kecamatan
Resmikan Jembatan Duplikat Sei Masjid di Dumai, Gubri Wahid : Dumai Lokomotif Ekonomi Riau
Diduga Timbun Sungai Nerbit Kecil, AMN Desak Walikota Dumai Tindak Sinar Mas Grup
Serahkan Bingkisan Lebaran, PWI Kota Dumai Gelar Berbuka Puasa Bersama Keluarga
CPO Tumpah ke Laut, Pengiat Lingkungan Desak KSOP Dumai Tahan Kapal MT Ginga Merlin
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jasad Anak yang Terjatuh di Dermaga Dumai Riau
Polres Dumai Koordinasikan Pemadaman Karhutla di Dua Kecamatan
Resmikan Jembatan Duplikat Sei Masjid di Dumai, Gubri Wahid : Dumai Lokomotif Ekonomi Riau
Diduga Timbun Sungai Nerbit Kecil, AMN Desak Walikota Dumai Tindak Sinar Mas Grup
Serahkan Bingkisan Lebaran, PWI Kota Dumai Gelar Berbuka Puasa Bersama Keluarga
CPO Tumpah ke Laut, Pengiat Lingkungan Desak KSOP Dumai Tahan Kapal MT Ginga Merlin