PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Karhutla Sudah Ludeskan 2.152 Hektare Lahan di Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) kembali melanda Riau. Selama 3 hari, kebakaran lahan mencapai 150 hektare. Ini menyebabkan total luas lahan terbakar mencapai 2.152,91 hektare hingga Juli 2018. Hal itu ditemukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hingga Rabu tercatat 80 titik panas kebakaran hutan dan lahan terjadi di Riau.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi Karhutla di sejumlah lokasi seperti Kabupaten Bengkalis, Meranti, Kota Dumai, Rokan Hilir hingga Pelalawan.
Menurut Gafur, dari 2.152,91 hektare luas lahan terbakar itu, sebagian besar terjadi di wilayah pesisir Riau.
"Total enam kabupaten kota yang mengalami kebakaran hebat dengan luasan di atas 100 hektare. Paling luas terjadi di Kepulauan Meranti (lahan gambut) seluas 928 hektare," ujar Gafur, Kamis (19/7/2018).
Disusul Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan terbakar mencapai 372,5 hektare, di Kota Dumai 207,5 hektare, Rokan Hilir 200,25 hektare, Siak 131,5 hektare serta di Indragiri Hulu 128,5 hektare.
Dikatakan Jim, sebagai langkah tindak lanjut penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Satgas Karhutla Riau yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Pemerintah daerah setempat hingga berbagai elemen masyarakat.
"Pemadaman kebakaran lahan masih terus dilakukan oleh tim satgas udara dan darat," ucapnya, dikutip merdeka.
Apalagi dalam waktu dekat akan digelar iven, pesta olahraga Asian Games 2018 di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.(int/nol)
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hingga Rabu tercatat 80 titik panas kebakaran hutan dan lahan terjadi di Riau.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi Karhutla di sejumlah lokasi seperti Kabupaten Bengkalis, Meranti, Kota Dumai, Rokan Hilir hingga Pelalawan.
Menurut Gafur, dari 2.152,91 hektare luas lahan terbakar itu, sebagian besar terjadi di wilayah pesisir Riau.
"Total enam kabupaten kota yang mengalami kebakaran hebat dengan luasan di atas 100 hektare. Paling luas terjadi di Kepulauan Meranti (lahan gambut) seluas 928 hektare," ujar Gafur, Kamis (19/7/2018).
Disusul Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan terbakar mencapai 372,5 hektare, di Kota Dumai 207,5 hektare, Rokan Hilir 200,25 hektare, Siak 131,5 hektare serta di Indragiri Hulu 128,5 hektare.
Dikatakan Jim, sebagai langkah tindak lanjut penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Satgas Karhutla Riau yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Pemerintah daerah setempat hingga berbagai elemen masyarakat.
"Pemadaman kebakaran lahan masih terus dilakukan oleh tim satgas udara dan darat," ucapnya, dikutip merdeka.
Apalagi dalam waktu dekat akan digelar iven, pesta olahraga Asian Games 2018 di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta.(int/nol)
Berita Lainnya
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pasokan dari Daerah Penghasil Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Melonjak Naik
Disdik Pekanbaru Batasi Aktivitas Luar Kelas Sekolah Akibat Kabut Asap
Ribuan Hotspot Sumatera Ancam Kualitas Udara Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Waspada Asap
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila