PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Sambut Baik Wacana Plt Ketua DPD Golkar Riau, JZ: Jangan Ada Dinasti Politik Beringin
PEKANBARU, Riauin.com - Mantan Wakil Bendahara Golkar Riau Jufri Zubir menyambut positif kabar adanya rencana DPP Golkar Riau untuk menempatkan pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan sementara Ketua DPD Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman.
"Rencana itu adalah yang terbaik untuk Golkar kedepan," kata Jufri Zubir yg sering dipanggil JZ lewat sambungan telepon Selasa (3/7/2018) siang.
Menurut Jufri Zubir, untuk menghadapi Pemilu 2019, Golkar Riau juga harus berbenah, melakukan perbaikan-perbaikan atau evaluasi yang cerdas sehingga kesalahan dan kekalahan pada Pilgub Riau tidak memberi dampak negatif pada Pemilihan Legislatif dan Pemilu 2019.
Golkar menurut Jufri Zubir merupakan partai yang besar dan telah mengakar selama berpuluh tahun di Riau, kekalahan yang terjadi saat ini adalah pukulan telak yang harus segera ada evaluasi sebagai upaya antisipasi agar jangan terulang pada Pileg dan Pemilu mendatang.
"Kami berharap pelaksana tugas nanti dari DPP Golkar yang akan mengantarkan Golkar Riau untuk melaksanakan Mundalub. Karena Musdalub adalah bagian utama evaluasi partai yang penting agar Golkar kembali mengakar di bumi lancang kuning," kata Jufri Zubir.
Kedepan, demikian Jufri, diharapkan kepengurusan Golkar Riau dapat menempatkan orang-orang yang berkompeten, merangkul seluruh kader, menyatukan, dan memberikan rasa yang benar-benar menyatu dengan masyarakat Riau.
Jufri katakan, dalam politik kepartaian, harus ada rasa kebersamaan dengan upaya-upaya merangkul seluruh kader sehingga menghasilkan rasa yang benar-benar menyentuh ke masyarakat.
"Jangan sampai ada dinasti politik di tubuh Golkar yang justru akan menghancurkan citra partai yang sudah berpuluh tahun mengakar di bumi melayu. Selamatkan Golkar untuk menatap Pileg dan Pilpres 2019, raih kemenangan dengan saling merangkul dan bergandeng tangan," demikian Jufri Zubir, sebagaimana dilansir Riaubook.com.
Rapat Evaluasi
Sebelumnya dari informasi yang dikumpulkan, DPP Golkar telah melakukan rapat untuk mengevaluasi sejumlah calon kepala daerah Golkar yang kalah pada Pilkada serentak tahun ini.
Di Riau, petahana Andi Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Riau maju sebagai calon gubernur dengan didukung partai berlambang beringin, koalisi dengan Hanura dan PDI Perjuangan.
Dari hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umun (KPU) Riau per 3 Juli 2018, petahana Andi Rachman - Suyatno berada di urutan kedua dengan meraih 468.519 suara atau 24,12 persen.
Pasangan petahana yang diusung Golkar hanya mampu meraih kemenangan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sementara kalah di 11 kabupaten/kota lainnya.
Peraih suara terbanyak adalah paslon Syamsuar - Edy Natar Nasution yang berhasil mengumpulkan 761.430 suara dari 1,9 juta DPT yang masuk.
Sementara pasangan Firdaus-Rusli hanya mampu meraih kemenangan di daerah kelahirannya, Kabupaten Kampar.
Secara keseluruhan Firdaus-Rusli hanya mampu mengumpulkan 390.699 suara atau 20,11 persen hingga menempatkannya di podium ketiga.
Terakhir paslon Lukman Eddy - Hardianto yang mampu menang cukup besar di kampung halaman Indragiri Hilir (Inhil), namun kalah telak di sejumlah wilayah kabupaten/kota.
Paslon ini menghasilkan 321.826 suara atau 16,57 persen hingga hanya finis di posisi keempat.
Kemenangan Syam-Edy atas petahana dan dua paslon lainnya tinggal menunggu pleno penetapan oleh KPU Riau yang akan digelar pada 8 Juli 2018.
Tekait kekalahan Ketua DPD I Golkar Riau pada Pilgub Riau, sejumlah petinggi partai tersebut belum bersedia memperikan komentar.
"Soal itu nanti lah," kata Masnur, pengurus DPD Golkar Riau.
Dia juga enggan menanggapi informasi rencana DPP yang bakal menempatkan pelaksana tugas untuk kepemimpinan DPD Golkar Riau menggantikan Andi Rachman. (Vie/RB)
"Rencana itu adalah yang terbaik untuk Golkar kedepan," kata Jufri Zubir yg sering dipanggil JZ lewat sambungan telepon Selasa (3/7/2018) siang.
Menurut Jufri Zubir, untuk menghadapi Pemilu 2019, Golkar Riau juga harus berbenah, melakukan perbaikan-perbaikan atau evaluasi yang cerdas sehingga kesalahan dan kekalahan pada Pilgub Riau tidak memberi dampak negatif pada Pemilihan Legislatif dan Pemilu 2019.
Golkar menurut Jufri Zubir merupakan partai yang besar dan telah mengakar selama berpuluh tahun di Riau, kekalahan yang terjadi saat ini adalah pukulan telak yang harus segera ada evaluasi sebagai upaya antisipasi agar jangan terulang pada Pileg dan Pemilu mendatang.
"Kami berharap pelaksana tugas nanti dari DPP Golkar yang akan mengantarkan Golkar Riau untuk melaksanakan Mundalub. Karena Musdalub adalah bagian utama evaluasi partai yang penting agar Golkar kembali mengakar di bumi lancang kuning," kata Jufri Zubir.
Kedepan, demikian Jufri, diharapkan kepengurusan Golkar Riau dapat menempatkan orang-orang yang berkompeten, merangkul seluruh kader, menyatukan, dan memberikan rasa yang benar-benar menyatu dengan masyarakat Riau.
Jufri katakan, dalam politik kepartaian, harus ada rasa kebersamaan dengan upaya-upaya merangkul seluruh kader sehingga menghasilkan rasa yang benar-benar menyentuh ke masyarakat.
"Jangan sampai ada dinasti politik di tubuh Golkar yang justru akan menghancurkan citra partai yang sudah berpuluh tahun mengakar di bumi melayu. Selamatkan Golkar untuk menatap Pileg dan Pilpres 2019, raih kemenangan dengan saling merangkul dan bergandeng tangan," demikian Jufri Zubir, sebagaimana dilansir Riaubook.com.
Rapat Evaluasi
Sebelumnya dari informasi yang dikumpulkan, DPP Golkar telah melakukan rapat untuk mengevaluasi sejumlah calon kepala daerah Golkar yang kalah pada Pilkada serentak tahun ini.
Di Riau, petahana Andi Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Riau maju sebagai calon gubernur dengan didukung partai berlambang beringin, koalisi dengan Hanura dan PDI Perjuangan.
Dari hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umun (KPU) Riau per 3 Juli 2018, petahana Andi Rachman - Suyatno berada di urutan kedua dengan meraih 468.519 suara atau 24,12 persen.
Pasangan petahana yang diusung Golkar hanya mampu meraih kemenangan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sementara kalah di 11 kabupaten/kota lainnya.
Peraih suara terbanyak adalah paslon Syamsuar - Edy Natar Nasution yang berhasil mengumpulkan 761.430 suara dari 1,9 juta DPT yang masuk.
Sementara pasangan Firdaus-Rusli hanya mampu meraih kemenangan di daerah kelahirannya, Kabupaten Kampar.
Secara keseluruhan Firdaus-Rusli hanya mampu mengumpulkan 390.699 suara atau 20,11 persen hingga menempatkannya di podium ketiga.
Terakhir paslon Lukman Eddy - Hardianto yang mampu menang cukup besar di kampung halaman Indragiri Hilir (Inhil), namun kalah telak di sejumlah wilayah kabupaten/kota.
Paslon ini menghasilkan 321.826 suara atau 16,57 persen hingga hanya finis di posisi keempat.
Kemenangan Syam-Edy atas petahana dan dua paslon lainnya tinggal menunggu pleno penetapan oleh KPU Riau yang akan digelar pada 8 Juli 2018.
Tekait kekalahan Ketua DPD I Golkar Riau pada Pilgub Riau, sejumlah petinggi partai tersebut belum bersedia memperikan komentar.
"Soal itu nanti lah," kata Masnur, pengurus DPD Golkar Riau.
Dia juga enggan menanggapi informasi rencana DPP yang bakal menempatkan pelaksana tugas untuk kepemimpinan DPD Golkar Riau menggantikan Andi Rachman. (Vie/RB)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK