PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Puncak Arus Mudik di Jalur Lintas Barat yang Hubungkan Riau - Sumbar Diprediksi pada Malam Takbiran
PEKANBARU, Riauin.com - Jalur lintas barat yang menghubungkan Provinsi Riau - Sumatera Barat (Sumbar) selalu jadi rute favorit masyarakat untuk mudik ke kampung halaman atau sekedar jalan-jalan. Ini jadi prioritas kepolisian, agar arus tetap lancar.
Diprediksi, puncak arus mudik di jalur lintas barat akan terjadi pada malam takbiran, atau malam sebelum hari raya Idul Fitri. Namun demikian, lonjakan kendaraan sepertinya tidak begitu drastis.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kampar AKP Wan Mantazaka berbincang dengan wartawan pada Sabtu (9/6/2018) siang menuturkan, hal itu karena 'gelombang' arus mudik sudah terurai.
"Puncak arus mudik sedikit sulit diprediksi, mungkin pada saat malam takbiran, seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja sudah terurai, karena sebagian sudah mulai libur dan sudah mudik sebelum malam takbiran," sebut dia.
Dengan adanya libur panjang, sebagian masyarakat Riau sudah mulai melakukan Mudik. Bahkan pagi tadi, volume kendaraan yang melintas di jalur barat telah mengalami peningkatan.
"Jadi keberangkatan (Mudik) terurai, sehingga tidak terjadi di satu hari saja. Sebab itu, arus lalu lintas akan tetap berjalan normal nantinya. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Polres di perbatasan," lanjut AKP Wan Mantazaka.
Sejauh ini, jalan penghubung antara Riau dan Sumbar via Kabupaten Kampar tidak ada hambatan. Tim urai macet dari Polres Kampar dan jajaran Polsek juga sudah dikerahkan.
"Kita juga berkoordinasi dengan Polres Limapuluh Koto dan Polsek Pangkalan, sejauh ini jalur masih normal tidak ada gangguan, dan tidak ada bencana alam," pungkasnya. (int/nol)
Diprediksi, puncak arus mudik di jalur lintas barat akan terjadi pada malam takbiran, atau malam sebelum hari raya Idul Fitri. Namun demikian, lonjakan kendaraan sepertinya tidak begitu drastis.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kampar AKP Wan Mantazaka berbincang dengan wartawan pada Sabtu (9/6/2018) siang menuturkan, hal itu karena 'gelombang' arus mudik sudah terurai.
"Puncak arus mudik sedikit sulit diprediksi, mungkin pada saat malam takbiran, seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja sudah terurai, karena sebagian sudah mulai libur dan sudah mudik sebelum malam takbiran," sebut dia.
Dengan adanya libur panjang, sebagian masyarakat Riau sudah mulai melakukan Mudik. Bahkan pagi tadi, volume kendaraan yang melintas di jalur barat telah mengalami peningkatan.
"Jadi keberangkatan (Mudik) terurai, sehingga tidak terjadi di satu hari saja. Sebab itu, arus lalu lintas akan tetap berjalan normal nantinya. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Polres di perbatasan," lanjut AKP Wan Mantazaka.
Sejauh ini, jalan penghubung antara Riau dan Sumbar via Kabupaten Kampar tidak ada hambatan. Tim urai macet dari Polres Kampar dan jajaran Polsek juga sudah dikerahkan.
"Kita juga berkoordinasi dengan Polres Limapuluh Koto dan Polsek Pangkalan, sejauh ini jalur masih normal tidak ada gangguan, dan tidak ada bencana alam," pungkasnya. (int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026