PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Jual Makanan Berboraks, Plt walikota Pekanbaru Minta Pedagangnya Dibina
PEKANBARU, Riauin.com - Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan pembinaan kepada pedagang makanan yang mengandung boraks di Pasar Sail.
"Jika memang ada pedagang yang menjual makanan mengandung boraks, saya minta dinas terkait segera tindaklanjuti dan bina. Saat ini banyak pedagang dadakan di pasar Ramadan. Jika pedagang menjual dengan menggunakan zat berbahaya pada makanan mereka tentunya sangat merugikan masyarakat selaku konsumen," kata Ayat.
Sebelumnya, pasca penemuan boraks pada kerupuk di Pasar Sail saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Ramadan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru terus intens memantau pasar Ramadan. Bahkan pihaknya juga terus mengawasi peredaran makanan maupun minuman yang mengandung boraks, formalin, dan rodamin.
"Kita terus melakukan penulusuran di sejumlah pasar Ramadan sejauh ini masih negatif dari sampel yang kita uji selain di pasar Sail. Namun Kita bersama BPOM terus mendalami darimana kandungan boraks ini dicampurkan. Apakah dari penjual kerupuknya, atau memang dari pelaku usaha yang memproduksi kerupuk nasi itu," kata Kepala DPP Ingot Ahmad Hutasuhut.
Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku yang menambahkan zat berbahaya ini ke dalam makanan tersebut. Namun pihaknya berjanji akan mengusut sampai tuntas. Sebab penggunaan boraks dalam makanan jelas dilarang karena bisa membahayakan kesehatan manusia.
"Apapun alasannya, pengunaan boraks dalam makanan itu melanggar aturan. Kita juga akan telusuri dari mana pelaku ini mendapatkan boraksnya. Karena untuk membeli boraks itu kan tidak bisa sembarangan," pungkasnya.(int/nol)
"Jika memang ada pedagang yang menjual makanan mengandung boraks, saya minta dinas terkait segera tindaklanjuti dan bina. Saat ini banyak pedagang dadakan di pasar Ramadan. Jika pedagang menjual dengan menggunakan zat berbahaya pada makanan mereka tentunya sangat merugikan masyarakat selaku konsumen," kata Ayat.
Sebelumnya, pasca penemuan boraks pada kerupuk di Pasar Sail saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Ramadan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru terus intens memantau pasar Ramadan. Bahkan pihaknya juga terus mengawasi peredaran makanan maupun minuman yang mengandung boraks, formalin, dan rodamin.
"Kita terus melakukan penulusuran di sejumlah pasar Ramadan sejauh ini masih negatif dari sampel yang kita uji selain di pasar Sail. Namun Kita bersama BPOM terus mendalami darimana kandungan boraks ini dicampurkan. Apakah dari penjual kerupuknya, atau memang dari pelaku usaha yang memproduksi kerupuk nasi itu," kata Kepala DPP Ingot Ahmad Hutasuhut.
Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku yang menambahkan zat berbahaya ini ke dalam makanan tersebut. Namun pihaknya berjanji akan mengusut sampai tuntas. Sebab penggunaan boraks dalam makanan jelas dilarang karena bisa membahayakan kesehatan manusia.
"Apapun alasannya, pengunaan boraks dalam makanan itu melanggar aturan. Kita juga akan telusuri dari mana pelaku ini mendapatkan boraksnya. Karena untuk membeli boraks itu kan tidak bisa sembarangan," pungkasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026