PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Demo Pajak Pertalite, Ratusan Mahasiswa Paksa Masuk Kantor Gubernur Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi unjuk rasa menuntut realisasi penurunan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite sebesar 5 persen.
Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.
Koordinator Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.
"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.
Setengah jam aksi berlangsung, massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.
"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis. (int/nol)
Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.
Koordinator Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.
"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.
Setengah jam aksi berlangsung, massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.
"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis. (int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar