PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Demo Pajak Pertalite, Ratusan Mahasiswa Paksa Masuk Kantor Gubernur Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi unjuk rasa menuntut realisasi penurunan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite sebesar 5 persen.
Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.
Koordinator Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.
"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.
Setengah jam aksi berlangsung, massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.
"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis. (int/nol)
Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.
Koordinator Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.
"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.
Setengah jam aksi berlangsung, massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.
"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis. (int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026