PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Konsultasi dengan Pemerintah Pusat, DPRD Riau Wacanakan Penggunaan Teleconference
PEKANBARU, Riauin.com - DPRD Provinsi Riau wacanakan menggunakan teleconference dalam melakukan setiap konsultasi ke Penerintah Pusat atau ke Kementerian yang ada. Ini dalam upaya penghematan anggaran yang ada yang digunakan tiap perjalanan dinas yang dilakukan.
"Artinya akan banyak anggaran yang akan dihemat. Tidak juga akan merugikan anggota dewan. Justru perjakanan anggota dewan ke daerah atau Kabupatwn/Kota yang diperbanyak. Sehingga akan tahu dengan persis kondisi daerah yang ada," jelas Wakil Ketua DPRD Riau, Noviealdy Jusman saat dikinfirmasi, Senin (07/05).
Dikatakan juga oleh Deded (sapaan akrabnya, red), bolak balik anggota dewan Pekanbaru - Jakarta cukub banyak. Apakah itu dalam kegiatan konsultasi di Pansus (Panitus Khusus) maupun konsultasi kegiatan lainnya. Anggaran bisa dihemat yang dapat digunakan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. "Sekali berangkat, berapa banyak yang pergi, untuk Pansus saja bisa capai belasan orang. Belum lagi kobsultasi masalah lain," katanya lagi.
Diakui juga oleh politisi Demokrat ini, persoalan yang terjadi saat ini adalah penerapan otonomi daerah belum berjalan sepenuhnya. Sehingga masih banyak kegiatan-kegiatan konsultasi yang dilakukan. Termasuk pi.pimpinan yang sering dipanggil je Pusat.
"Jadi dalam mewujudkan wacana ini perlu dilakukan penganggaran di APBD melengkapi segala fasilitas yang diperlukan," katanya juga tanpa menyebut tahun berapa penganggaran yang dimaksud. (int/nol)
"Artinya akan banyak anggaran yang akan dihemat. Tidak juga akan merugikan anggota dewan. Justru perjakanan anggota dewan ke daerah atau Kabupatwn/Kota yang diperbanyak. Sehingga akan tahu dengan persis kondisi daerah yang ada," jelas Wakil Ketua DPRD Riau, Noviealdy Jusman saat dikinfirmasi, Senin (07/05).
Dikatakan juga oleh Deded (sapaan akrabnya, red), bolak balik anggota dewan Pekanbaru - Jakarta cukub banyak. Apakah itu dalam kegiatan konsultasi di Pansus (Panitus Khusus) maupun konsultasi kegiatan lainnya. Anggaran bisa dihemat yang dapat digunakan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. "Sekali berangkat, berapa banyak yang pergi, untuk Pansus saja bisa capai belasan orang. Belum lagi kobsultasi masalah lain," katanya lagi.
Diakui juga oleh politisi Demokrat ini, persoalan yang terjadi saat ini adalah penerapan otonomi daerah belum berjalan sepenuhnya. Sehingga masih banyak kegiatan-kegiatan konsultasi yang dilakukan. Termasuk pi.pimpinan yang sering dipanggil je Pusat.
"Jadi dalam mewujudkan wacana ini perlu dilakukan penganggaran di APBD melengkapi segala fasilitas yang diperlukan," katanya juga tanpa menyebut tahun berapa penganggaran yang dimaksud. (int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar