PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Pembangunan Proyek Strategis di Riau Dikawal TP4D
ilustrasi
PEKANBARU, Riauin.com - Semua pembangunan proyek strategis di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan melibatkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Tujuannya untuk mengawal proses pengerjaan proyek yang sedang dilaksanakan supaya berjalan baik sesuai prosedur, aman dan bersih dari tindak pidana korupsi.
"Proyek lain seperti proyek-proyek strategis pasti kami minta pendampingan kepada Kejaksaan dan Polda Riau yang tergabung dalam TP4D," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto di Pekanbaru, Selasa (20/3/2018).
Dadang pun menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan TP4D terkait pembangunan infrastruktur dan masjid provinsi.
"Kami juga minta pendampingan pembangunan masjid provinsi dan jalan. Seperti MoU yang telah dilakukan pada pembangunan jalan menuju destinasi wisata Bono dan Jembatan Siak IV Pekanbaru," urainya.
Menurutnya, semua proyek strategis yang nilainya besar harus didampingi TP4D. Sebab, proyek tersebut juga membutuhkan pertanggungjawaban yang berat.
"Pendampingan itu penting. Karena TP4D bertugas mendampingi kita dalam hal administrasi dan regulasi proyek, agar proyek yang dijalankan jangan sampai sengketa. Baik itu dengan pemerintah, rekanan mau masyarakat. Misalnya persoalan lahan di lapangan kita bisa meminta pendapat TP4D untuk memecahkan persoalan," tandasnya.
Yang baru-baru ini, Dinas PUPR Riau pun meminta pendampingan atas pembangunan dua proyek flyover di Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru dan simpang Mal SKA Pekanbaru Jalan Tuanku Tambusai.
Adapun nilai kontrak kerja proyek pengurai kemacetan yang akan dilaksanakan selama setahun itu sebesar Rp149.673.665.000 atau Rp149 miliar untuk flyover Mal SKA dan flyiver Pasar Pagi Arengka sebesar Rp75.532.651.000 atau Rp75 miliar. (int/nol)
"Proyek lain seperti proyek-proyek strategis pasti kami minta pendampingan kepada Kejaksaan dan Polda Riau yang tergabung dalam TP4D," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto di Pekanbaru, Selasa (20/3/2018).
Dadang pun menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan TP4D terkait pembangunan infrastruktur dan masjid provinsi.
"Kami juga minta pendampingan pembangunan masjid provinsi dan jalan. Seperti MoU yang telah dilakukan pada pembangunan jalan menuju destinasi wisata Bono dan Jembatan Siak IV Pekanbaru," urainya.
Menurutnya, semua proyek strategis yang nilainya besar harus didampingi TP4D. Sebab, proyek tersebut juga membutuhkan pertanggungjawaban yang berat.
"Pendampingan itu penting. Karena TP4D bertugas mendampingi kita dalam hal administrasi dan regulasi proyek, agar proyek yang dijalankan jangan sampai sengketa. Baik itu dengan pemerintah, rekanan mau masyarakat. Misalnya persoalan lahan di lapangan kita bisa meminta pendapat TP4D untuk memecahkan persoalan," tandasnya.
Yang baru-baru ini, Dinas PUPR Riau pun meminta pendampingan atas pembangunan dua proyek flyover di Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru dan simpang Mal SKA Pekanbaru Jalan Tuanku Tambusai.
Adapun nilai kontrak kerja proyek pengurai kemacetan yang akan dilaksanakan selama setahun itu sebesar Rp149.673.665.000 atau Rp149 miliar untuk flyover Mal SKA dan flyiver Pasar Pagi Arengka sebesar Rp75.532.651.000 atau Rp75 miliar. (int/nol)
Berita Lainnya
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026