PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Sikapi Status Siaga Darurat Karhutla di Riau, BRG Bentuk Tim Khusus
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah ditetapkan status siaga karhutla di Riau, Badan Restorasi Gambut (BRG) RI membentuk tim khusus untuk menanggapi hal tersebut. Dibentuknya tim ini menyusul Riau dan tiga provinsi lainnya yang dinaikkan status darurat karhutla.
Untuk itu, BRG melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder yang ada di Riau pada Rabu (28/2/2018). Mulai dari unsur masyarakat, Pemprov, TNI, Kepolisian, Perguruan Tinggi, serta LSM yang ada di Riau.
Seperti yang disampaikan oleh Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Harris Gunawan bahwa pertemuan ini menjadi starting point bagi BRG untuk menjalin komunikasi di awal tahun ini.
Ia mengatakan perbaikan lahan gambut yang menjadi target BRG tidak bisa dilaksanakan sendiri.
"Kita perlu bersinergi dengan banyak pihak agar bisa menjaga Riau terhindar dari karhutla seperti di 2015 lalu," sebutnya.
Dijelaskan Harris bahwa dirinya menjadi perwakilan dari BRG untuk mengawasi upaya restorasi di daerah target di Sumatera. Dengan status siaga tersebut, maka upaya pengawasan dan penanggulangan dilakukan semakin intens.
Ada tiga program yang dilakukan BRG menanggapi peningkatan status tersebut. Program pertama yakni pendataan ulang kawasan-kawasan gambut yang terbakar akibat karhutla. Program kedua membentuk posko pemantauan karhutla hingga di tingkat tapak.
"Yang ketiga kita akan identifikasi kebutuhan di lapangan yang menyebabkan saat ini bisa terjadi kebakaran," ujar Harris.
Harris berharap dengan semakin eratnya sinergi ini bisa mencegah terjadinya karhutla yang parah di Riau. "Kita harus tetap waspada, karena diperkirakan puncak kemarau akan terjadi di September nanti," tutupnya.(int/nol)
Untuk itu, BRG melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder yang ada di Riau pada Rabu (28/2/2018). Mulai dari unsur masyarakat, Pemprov, TNI, Kepolisian, Perguruan Tinggi, serta LSM yang ada di Riau.
Seperti yang disampaikan oleh Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Harris Gunawan bahwa pertemuan ini menjadi starting point bagi BRG untuk menjalin komunikasi di awal tahun ini.
Ia mengatakan perbaikan lahan gambut yang menjadi target BRG tidak bisa dilaksanakan sendiri.
"Kita perlu bersinergi dengan banyak pihak agar bisa menjaga Riau terhindar dari karhutla seperti di 2015 lalu," sebutnya.
Dijelaskan Harris bahwa dirinya menjadi perwakilan dari BRG untuk mengawasi upaya restorasi di daerah target di Sumatera. Dengan status siaga tersebut, maka upaya pengawasan dan penanggulangan dilakukan semakin intens.
Ada tiga program yang dilakukan BRG menanggapi peningkatan status tersebut. Program pertama yakni pendataan ulang kawasan-kawasan gambut yang terbakar akibat karhutla. Program kedua membentuk posko pemantauan karhutla hingga di tingkat tapak.
"Yang ketiga kita akan identifikasi kebutuhan di lapangan yang menyebabkan saat ini bisa terjadi kebakaran," ujar Harris.
Harris berharap dengan semakin eratnya sinergi ini bisa mencegah terjadinya karhutla yang parah di Riau. "Kita harus tetap waspada, karena diperkirakan puncak kemarau akan terjadi di September nanti," tutupnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Sambut HUT ke-242 Kota Pekanbaru, Walikota Minta Pengusaha Mal Gelar Diskon dan Bazar
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Nginap Semalam di Batam, Jemaah Haji Pekanbaru Diterbangkan Secara Bertahap Hari Ini
Satpol PP Pekanbaru Rancang Operasi Gabungan Tertibkan Trotoar HR Soebrantas
Heli Pengganti Tiba di Pekanbaru, Kesiagaan Udara Karhutla Tetap Terjaga
Bukan Lagi Kota Transit, Pekanbaru Jaring 836.000 Wisatawan di Awal 2026
Sambut HUT ke-242 Kota Pekanbaru, Walikota Minta Pengusaha Mal Gelar Diskon dan Bazar