PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Sikapi Status Siaga Darurat Karhutla di Riau, BRG Bentuk Tim Khusus
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah ditetapkan status siaga karhutla di Riau, Badan Restorasi Gambut (BRG) RI membentuk tim khusus untuk menanggapi hal tersebut. Dibentuknya tim ini menyusul Riau dan tiga provinsi lainnya yang dinaikkan status darurat karhutla.
Untuk itu, BRG melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder yang ada di Riau pada Rabu (28/2/2018). Mulai dari unsur masyarakat, Pemprov, TNI, Kepolisian, Perguruan Tinggi, serta LSM yang ada di Riau.
Seperti yang disampaikan oleh Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Harris Gunawan bahwa pertemuan ini menjadi starting point bagi BRG untuk menjalin komunikasi di awal tahun ini.
Ia mengatakan perbaikan lahan gambut yang menjadi target BRG tidak bisa dilaksanakan sendiri.
"Kita perlu bersinergi dengan banyak pihak agar bisa menjaga Riau terhindar dari karhutla seperti di 2015 lalu," sebutnya.
Dijelaskan Harris bahwa dirinya menjadi perwakilan dari BRG untuk mengawasi upaya restorasi di daerah target di Sumatera. Dengan status siaga tersebut, maka upaya pengawasan dan penanggulangan dilakukan semakin intens.
Ada tiga program yang dilakukan BRG menanggapi peningkatan status tersebut. Program pertama yakni pendataan ulang kawasan-kawasan gambut yang terbakar akibat karhutla. Program kedua membentuk posko pemantauan karhutla hingga di tingkat tapak.
"Yang ketiga kita akan identifikasi kebutuhan di lapangan yang menyebabkan saat ini bisa terjadi kebakaran," ujar Harris.
Harris berharap dengan semakin eratnya sinergi ini bisa mencegah terjadinya karhutla yang parah di Riau. "Kita harus tetap waspada, karena diperkirakan puncak kemarau akan terjadi di September nanti," tutupnya.(int/nol)
Untuk itu, BRG melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder yang ada di Riau pada Rabu (28/2/2018). Mulai dari unsur masyarakat, Pemprov, TNI, Kepolisian, Perguruan Tinggi, serta LSM yang ada di Riau.
Seperti yang disampaikan oleh Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG, Harris Gunawan bahwa pertemuan ini menjadi starting point bagi BRG untuk menjalin komunikasi di awal tahun ini.
Ia mengatakan perbaikan lahan gambut yang menjadi target BRG tidak bisa dilaksanakan sendiri.
"Kita perlu bersinergi dengan banyak pihak agar bisa menjaga Riau terhindar dari karhutla seperti di 2015 lalu," sebutnya.
Dijelaskan Harris bahwa dirinya menjadi perwakilan dari BRG untuk mengawasi upaya restorasi di daerah target di Sumatera. Dengan status siaga tersebut, maka upaya pengawasan dan penanggulangan dilakukan semakin intens.
Ada tiga program yang dilakukan BRG menanggapi peningkatan status tersebut. Program pertama yakni pendataan ulang kawasan-kawasan gambut yang terbakar akibat karhutla. Program kedua membentuk posko pemantauan karhutla hingga di tingkat tapak.
"Yang ketiga kita akan identifikasi kebutuhan di lapangan yang menyebabkan saat ini bisa terjadi kebakaran," ujar Harris.
Harris berharap dengan semakin eratnya sinergi ini bisa mencegah terjadinya karhutla yang parah di Riau. "Kita harus tetap waspada, karena diperkirakan puncak kemarau akan terjadi di September nanti," tutupnya.(int/nol)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar