Tiga Kampus dan LAM Riau Rancang Wajah Baru Bundaran Depan Kantor Gubernur
RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menggandeng tiga universitas besar dan Lembaga Adat Melayu Riau untuk merancang ulang kawasan Bundaran Jalan Jenderal Sudirman yang berada tepat di depan Kantor Gubernur Riau. Pelibatan akademisi dan pemuka adat ini dilakukan demi memastikan ikon baru yang akan dibangun mampu merepresentasikan nilai sejarah serta jati diri bumi lancang kuning.
Adapun tiga instansi pendidikan yang dilibatkan dalam merumuskan konsep tersebut adalah Universitas Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning. Selain kalangan akademisi, pematangkan konsep tata ruang ini juga mengikutsertakan Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Riau serta konsultan independen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Riau Zulfahmi menyampaikan bahwa urun rembuk dari berbagai elemen strategis tersebut sangat krusial. Pemerintah daerah ingin struktur yang berdiri nanti tidak sekadar menjadi hiasan kota, melainkan memiliki bobot edukasi dan filosofi budaya yang kuat.
"Seluruh masukan dari tokoh adat, dosen, dan para arsitek kami himpun sebagai bahan pertimbangan utama. Kami ingin ikon ini benar-benar mencerminkan jati diri Riau," kata Zulfahmi di Pekanbaru, Kamis (9/7/2026).
Dari serangkaian diskusi kelompok terpumpun yang telah digelar, muncul tiga gagasan utama yang diusulkan oleh para mitra ahli. Opsi rancangan tersebut meliputi tugu berbentuk tanjak atau ikat kepala tradisional Melayu, Tugu Lancang Kuning, serta monumen Titik Nol Pekanbaru.
Meski gagasan sudah mengerucut pada tiga pilihan, pemerintah daerah menegaskan belum mengambil keputusan final. Evaluasi mendalam terhadap aspek teknis dan sosiokultural masih terus berjalan sebelum cetak biru final diserahkan kepada pimpinan daerah.
"Nanti seluruh hasil kajian kami laporkan kepada Bapak Gubernur. Keputusan pada akhirnya tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspirasi masyarakat," ujar Zulfahmi menjelaskan.
Saat ini, jalannya proyek masih tertuju pada pematangan konsep makro serta penyusunan detail rancangan gambar kerja. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan seluruh dokumen perencanaan komprehensif tersebut dapat rampung dalam waktu dekat.
Masyarakat tampaknya masih harus bersabar untuk melihat perubahan visual di pusat kota tersebut. Pasalnya, proses pengerjaan konstruksi di lapangan baru akan dijadwalkan pasca-seluruh tahapan administrasi selesai.
"Tahun ini kami fokus menyelesaikan desain dan Detail Engineering Design terlebih dahulu. Setelah itu baru dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik pada tahun 2027," kata Zulfahmi. (Bil)
Berita Lainnya
Belasan Titik Panas Muncul di Riau, Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan
Petani Riau Terima 80 Ton Pupuk Batu Bara dari Polri untuk Genjot Ketahanan Pangan
Plt Gubri Minta Evaluasi Keselamatan Perairan Riau Pasca Tragedi Pompong Tanjung Buton
Nasib Fasilitas Publik Riau Tersandera Status Hutan, DPRD Desak Pemutihan 2,2 Juta Hektare
Polda Riau Tuntaskan Pembangunan 110 Jembatan, Akses Antar Desa di Pelosok Terhubung
Pencarian Dua Korban Kapal Karam di Siak Diperluas setelah Satu Jasad Ditemukan
Belasan Titik Panas Muncul di Riau, Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan
Petani Riau Terima 80 Ton Pupuk Batu Bara dari Polri untuk Genjot Ketahanan Pangan
Plt Gubri Minta Evaluasi Keselamatan Perairan Riau Pasca Tragedi Pompong Tanjung Buton
Nasib Fasilitas Publik Riau Tersandera Status Hutan, DPRD Desak Pemutihan 2,2 Juta Hektare
Polda Riau Tuntaskan Pembangunan 110 Jembatan, Akses Antar Desa di Pelosok Terhubung
Pencarian Dua Korban Kapal Karam di Siak Diperluas setelah Satu Jasad Ditemukan