PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Satpol PP Inhil Siap Membantu Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa
TEMBILAHAN, rIAUIN.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan siap berkoordinasi dan membantu penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah, Jum'at (24/11/2017) kemarin. Namun menurutnya, setelah dilakukan, siapa yang menjadi leading sektornya harus kembali kepada Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi).
"Apa yang terjadi di media sosial akhir-akhir ini, kami dari Satpol PP ingin menyampaikan kepada semua pihak untuk memahami tupoksi kita masing-masing, masyarakat juga pasti tau," katanya.
Selama ini, lanjutnya, Satpol PP tidak pernah mengurusi ODGJ, kecuali ada pengaduan masyarakat bahwa yang bersangkutan mengganggu atau membahayakan orang lain.
Jika dalam kondisi tersebut, maka pihaknya dengan segenap kemampuan akan membantu, bukan lari dari tanggung jawab dan akan mengerjakan sesuai kewenangan yang ada pada Satpol PP, itupun sebatas mengamankannya, seperti yang di lakukan terhadap anak-anak Punk beberapa waktu lalu.
"Kalau memang harus kami tangkap, kami siap untuk menangkapnya, tapi yang lain siap tidak untuk menerima pelimpahan dari kami, karena pascanya ya menjadi urusan dinas yang lain. Karena itu semua adalah masalah sosial dan sudah jelas siapa yang harus mengurusinya. Tapi untuk tidak memperkeruh keadaan, kami membuka diri ayo sama-sama apa yang harus kita kerjakan," urainya.
TM Syaifulla mencontohkan pada kasus seorang orang gila cewek yang kerap berkeliaran di jalan Tembilahan, pada saat itu pihaknya sudah berencana menangkap ODGJ tersebut, namun setelah berkoordinasikan dengan Dinas Sosial, mereka tidak mau menerima dalam artian jangan ditangkap atau dibiarkan saja dulu.
"Alasannya keluarga mereka tidak ada yang bertanggung jawab. Ini artinya kenapa kemaren mereka mengatakan ini urusan Satpol, setelah kita laksanakan tugas kita kenapa mereka tidak mau melaksanakan tugas mereka," tandasnya.(nol)
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah, Jum'at (24/11/2017) kemarin. Namun menurutnya, setelah dilakukan, siapa yang menjadi leading sektornya harus kembali kepada Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi).
"Apa yang terjadi di media sosial akhir-akhir ini, kami dari Satpol PP ingin menyampaikan kepada semua pihak untuk memahami tupoksi kita masing-masing, masyarakat juga pasti tau," katanya.
Selama ini, lanjutnya, Satpol PP tidak pernah mengurusi ODGJ, kecuali ada pengaduan masyarakat bahwa yang bersangkutan mengganggu atau membahayakan orang lain.
Jika dalam kondisi tersebut, maka pihaknya dengan segenap kemampuan akan membantu, bukan lari dari tanggung jawab dan akan mengerjakan sesuai kewenangan yang ada pada Satpol PP, itupun sebatas mengamankannya, seperti yang di lakukan terhadap anak-anak Punk beberapa waktu lalu.
"Kalau memang harus kami tangkap, kami siap untuk menangkapnya, tapi yang lain siap tidak untuk menerima pelimpahan dari kami, karena pascanya ya menjadi urusan dinas yang lain. Karena itu semua adalah masalah sosial dan sudah jelas siapa yang harus mengurusinya. Tapi untuk tidak memperkeruh keadaan, kami membuka diri ayo sama-sama apa yang harus kita kerjakan," urainya.
TM Syaifulla mencontohkan pada kasus seorang orang gila cewek yang kerap berkeliaran di jalan Tembilahan, pada saat itu pihaknya sudah berencana menangkap ODGJ tersebut, namun setelah berkoordinasikan dengan Dinas Sosial, mereka tidak mau menerima dalam artian jangan ditangkap atau dibiarkan saja dulu.
"Alasannya keluarga mereka tidak ada yang bertanggung jawab. Ini artinya kenapa kemaren mereka mengatakan ini urusan Satpol, setelah kita laksanakan tugas kita kenapa mereka tidak mau melaksanakan tugas mereka," tandasnya.(nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK