PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Jaksa Agung: Kejaksaan tak Punya Kapasitas Lindungi Novanto
JAKARTA, Riauin.com - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan tidak memiliki kapasitas melindungi tersangka kasus dugaan korupsi KTP-elektronik Setya Novanto. Hal tersebut menyusul surat yang dibuat pihak Novanto pada Kejaksaan Agung.
Prasetyo mengakui, Novanto sempat membuat surat untuk Kejaksaan Agung terkait statusnya sebagai tersangka yang menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. "Tapi saya ingin sampaikan bahwa Jaksa Agung dan Kejaksaan tidak punya kapasitas memberikan perlindungan pada seseorang yang sedang menjalani proses hukum," ucap Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/11).
Prasetyo pun menegaskan, Kejaksaan Agung tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang lain. Dalam hal ini, Novanto sedang menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus KTP-el di KPK. "Kita punya asumsi tentunya mereka punya bukti-bukti ya, jadi kalaupun dimintakan perlindungan pada Kejaksaan, sekali lagi saya nyatakan tidak punya kapasitas untuk itu," ucap dia, seperti dilansir dari republika.
Mengenai praperadilan yang diajukan pihak Novanto, Prasetyo masih enggan berkomentar lebih jauh. Pasalnya, hal tersebut bukan hak kejaksaan Agung. "Bukan hak kita, yang menangani Setnov kan KPK, jadi yang dituntut praperadilan ya KPK, kita lihat seperti apa," kata dia.(nol)
Prasetyo mengakui, Novanto sempat membuat surat untuk Kejaksaan Agung terkait statusnya sebagai tersangka yang menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. "Tapi saya ingin sampaikan bahwa Jaksa Agung dan Kejaksaan tidak punya kapasitas memberikan perlindungan pada seseorang yang sedang menjalani proses hukum," ucap Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/11).
Prasetyo pun menegaskan, Kejaksaan Agung tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang lain. Dalam hal ini, Novanto sedang menjalani proses hukum sebagai tersangka kasus KTP-el di KPK. "Kita punya asumsi tentunya mereka punya bukti-bukti ya, jadi kalaupun dimintakan perlindungan pada Kejaksaan, sekali lagi saya nyatakan tidak punya kapasitas untuk itu," ucap dia, seperti dilansir dari republika.
Mengenai praperadilan yang diajukan pihak Novanto, Prasetyo masih enggan berkomentar lebih jauh. Pasalnya, hal tersebut bukan hak kejaksaan Agung. "Bukan hak kita, yang menangani Setnov kan KPK, jadi yang dituntut praperadilan ya KPK, kita lihat seperti apa," kata dia.(nol)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar