Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Gubri Tegaskan Komitmen Lawan Tambang Emas Ilegal dalam Apel Operasi PETI 2025
RIAUIN.COM – Di bawah langit cerah Taluk Hilir, Gubernur Riau Abdul Wahid memimpin langsung apel pasukan dalam rangka Operasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) 2025 pada Kamis pagi (31/7/2025) di Lapangan Desa Sebrang, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Apel ini turut dihadiri Kapolda Riau, Danrem, dan unsur Forkopimda lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, momen menarik terjadi saat rombongan berjalan kaki menyeberangi jembatan gantung menuju lokasi apel. Ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi menyambut dengan antusias, memberi isyarat dukungan terhadap langkah tegas pemerintah memberantas penambangan ilegal yang merusak lingkungan.
Apel ini menjadi awal dari gerakan bersama antara Pemprov Riau, Polda Riau, dan pemerintah kabupaten untuk menangani maraknya aktivitas PETI secara sistematis. Operasi ini bertujuan menghentikan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama akibat aktivitas tambang liar.
Dalam sambutannya, Gubernur Wahid menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum. Ia menyatakan bahwa penanganan PETI harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Tidak bisa lagi kita bersikap reaktif. Diperlukan kerja sama lintas lembaga dengan pendekatan yang lebih terencana,” ujar Wahid.
Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dan pemulihan lingkungan harus berjalan beriringan. Oleh karena itu, pendekatan represif harus dibarengi dengan solusi ekonomi alternatif bagi warga yang selama ini bergantung pada tambang ilegal.
“Kita harus hadir memberi opsi yang sah, yang ramah terhadap alam, dan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.
Operasi PETI 2025 merupakan bentuk nyata komitmen Provinsi Riau dalam menjaga lingkungan hidup. Gubernur Wahid juga menyoroti penerapan konsep green policing oleh Polda Riau sebagai strategi penegakan hukum yang lebih edukatif.
Ia mengajak seluruh pihak menjaga martabat daerah. “Jangan sampai Riau dikenal karena tambang ilegal, tapi karena semangat warganya menjaga hukum dan lingkungan. Ini perjuangan kolektif,” tutup Wahid.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan juga penanaman pohon secara simbolis di area apel sebagai bagian dari implementasi program green policing. (*)
Berita Lainnya
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Titik Panas di Riau Turun Tajam, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla
Prakiraan Cuaca Riau, Hujan Diprediksi Merata dari Pagi hingga Dini Hari
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Titik Panas di Riau Turun Tajam, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla
Prakiraan Cuaca Riau, Hujan Diprediksi Merata dari Pagi hingga Dini Hari