Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Pemantauan Udara dan Penambahan Armada Udara Percepat Penanganan Karhutla di Rohul
RIAUIN.COM – Memasuki hari keempat kunjungan kerja di Provinsi Riau, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, kembali meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara. Kali ini, Kamis (24/7/2025), ia mengarahkan fokus pemantauan ke wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Tak hanya melakukan pengamatan dari udara, Suharyanto juga turun langsung ke lokasi kebakaran di Kecamatan Rambah. Ia menyaksikan aksi pemadaman titik api menggunakan helikopter water bombing di area yang sulit dijangkau oleh Satgas Darat.
“Mengingat akses darat sangat terbatas, maka penanganan dilakukan dari udara. Untuk mempercepat proses, kami tambahkan satu unit helikopter lagi khusus di wilayah Rokan Hulu,” ujar Suharyanto di lokasi.
Ia memastikan, mulai siang itu, dua unit helikopter water bombing aktif menangani karhutla di daerah tersebut. Selain upaya pemadaman udara, Suharyanto juga mengoordinasikan kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat turunnya hujan di wilayah terdampak.
“Kalau awan memungkinkan, hari ini juga akan dilakukan penyemaian awan di atas Rokan Hulu,” katanya.
Menurutnya, kondisi di Riau secara umum sudah membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan pemantauan udara yang ia lakukan tiga hari lalu dan hari ini, jumlah titik api telah menurun signifikan dan asap mulai menghilang.
“Langit lebih bersih dibanding awal minggu ini. Banyak titik api yang sudah berhasil dipadamkan. Ini hasil kerja keras bersama semua pihak,” jelasnya.
Ia pun mengapresiasi kerja kolaboratif berbagai unsur dalam menangani karhutla, mulai dari TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat hingga tim OMC.
“Upaya terpadu seperti penyemaian hujan dan operasi helikopter water bombing, serta tim darat yang tak kenal lelah, semuanya berperan penting. Ini bentuk nyata dari sinergi pentaheliks dalam penanganan bencana,” tambahnya.
Menutup kunjungannya, Suharyanto mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya yang luas dan merugikan.
“Tahun ini sudah ada 44 pelaku dijadikan tersangka. Kami tegas, siapapun pelakunya, baik individu maupun korporasi, akan ditindak. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan rakyat dan nama baik negara,” tegasnya. (Nab)
Berita Lainnya
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Batang Tuaka Inhil
Pemprov Riau Tembus 170 Kali Operasi Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Inhu Dominasi 44 Titik Panas di Riau, BMKG Imbau Waspada
Hujan Merata Padamkan Karhutla di Inhu dan Siak, Titik Api Baru Muncul di Bengkalis
Bara Gambut Pelalawan Disiram X Fire, Polda Riau Cari Metode Efektif Tangani Karhutla
Tekan Pengangguran Tembus 140 Ribu Orang, Disnakertrans Riau Fasilitasi Wawancara Kerja Langsung