PKH Salah Sasaran, Warga Miskin Koto Kombu Meradang: "Toke Dapat Bantuan, Kami Gigit Jari!"
Pendamping PKH saat bertemu warga di Desa Koto Kombu, Rabu (12/3/2025)
RIAUIN.COM- Desa Koto Kombu diguncang amarah warga miskin yang merasa terabaikan. Kedatangan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) disambut dengan luapan kekesalan, bukan senyuman.
Pasalnya, data penerima bantuan selama ini dinilai tidak adil dan penuh kejanggalan. "Bagaimana mungkin orang yang punya mobil dua, usaha lancar, malah dapat bantuan," kata warga.
Sementara kami yang banting tulang cari sesuap nasi, tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali," geram Sridayati, seorang warga Dusun Kombu, dengan mata berkaca-kaca.
Kisah serupa datang dari Asmiati, yang mempertanyakan validitas data penerima PKH. "Ada 'toke' di kampung ini yang dapat bantuan, sementara saya yang hidup pas-pasan, tidak dapat apa-apa. Ini namanya ketidakadilan!" serunya, disambut anggukan setuju warga lainnya.
Warga Desa Koto Kombu merasa dikucilkan menuntut transparansi dalam pendataan penerima PKH dan menuding adanya kecurangan di tingkat desa.
"Kami minta pendataan yang jujur, jangan ada lagi main curang. Kami juga berhak dapat bantuan," tegas seorang warga lainya.
Menanggapi keluhan warga, Pendamping PKH Surtini yang hadir bersama Depri berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut.
"Kami akan mendata ulang warga miskin yang belum terdata dan memverifikasi data penerima yang dinilai tidak layak. Bagi keluarga yang sudah mampu, kami harap legowo untuk mengundurkan diri sebagai penerima bantuan," jelas Surtini.
Kejadian di Desa Koto Kombu ini menjadi potret buram penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Di tengah himpitan ekonomi, warga miskin yang seharusnya menjadi prioritas justru terpinggirkan, sementara mereka yang berkecukupan malah menikmati bantuan.
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem pendataan dan penyaluran bantuan agar lebih adil dan tepat sasaran. (hen)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK