PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Aksi Tolak Perppu Ormas Jadi Lautan Bendera Tauhid
JAKARTA, Riauin.com -- Aksi menolak Perppu No 2 tahun 2017 menjadi lautan bendera tauhid. Bendera dengan warna hitam bertuliskan kalimat tauhid tersebut membentang dan berkibar di kerumunan masa aksi yang menuntut Perppu Ormas ditolak dalam sidang Paripurna yang digelar hari ini, Selasa (24/10).
Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan bendera Tauhid yang membentang merupakan lambang untuk menguatkan semangat masa aksi. "Ini panji-panji Rasulullah, ini perjuangan, tidak boleh bangsa yang dibangun mayoritas Islam akan dipukuli oleh perppu ini. Maka ini kita ingin menguatkan bahwa kalimat tauhid ada di belakang kami," ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/10).
Nemun demikian, dalam masa aksi penolakan Perppu Ormas tersebut dari pengamatan Republika, tidak ditemui satu bendera merah putih. Masa aksi juga semakin banyak mengerumuni pintu gerbang Kompleks Parlemen Senayan. Lautan bendera tauhid berukuran besar 6 x 3 meter saling sambung menyambung beriringan di sepanjang pagar Kompleks Parlemen Senayan.
Tidak hanya yang berukuran besar, ratusan bendera tahuid juga dikibarkan masa aksi menggunakan tongkat-tongat yang dijunjung ke atas. Slamet mengatakan, mengibarkan bendera dengan kalimat tauhid bukan berarti representasi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan. Bendera tersebut, kata dia, merupakan panji Islam yang sudah ada belasan abad yang lalu.
"Karena sebelum HTI lahir, di zaman Rasulullah, bendera tauhid sudah berkibar sebelum HTI ada. Jadi ini panji-panji Islam," ujar dia. Slamet menjelaskan, diperkirakan puncak kehadiran masa aksi tolak Perppu Ormas akan terjadi selepas waktu shalat Zuhur selesai. Ada sekitar 50 ribu masa yang diperkirakan akan ikut bergabung untuk menolak Perppu Ormas.(nol)
Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan bendera Tauhid yang membentang merupakan lambang untuk menguatkan semangat masa aksi. "Ini panji-panji Rasulullah, ini perjuangan, tidak boleh bangsa yang dibangun mayoritas Islam akan dipukuli oleh perppu ini. Maka ini kita ingin menguatkan bahwa kalimat tauhid ada di belakang kami," ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/10).
Nemun demikian, dalam masa aksi penolakan Perppu Ormas tersebut dari pengamatan Republika, tidak ditemui satu bendera merah putih. Masa aksi juga semakin banyak mengerumuni pintu gerbang Kompleks Parlemen Senayan. Lautan bendera tauhid berukuran besar 6 x 3 meter saling sambung menyambung beriringan di sepanjang pagar Kompleks Parlemen Senayan.
Tidak hanya yang berukuran besar, ratusan bendera tahuid juga dikibarkan masa aksi menggunakan tongkat-tongat yang dijunjung ke atas. Slamet mengatakan, mengibarkan bendera dengan kalimat tauhid bukan berarti representasi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan. Bendera tersebut, kata dia, merupakan panji Islam yang sudah ada belasan abad yang lalu.
"Karena sebelum HTI lahir, di zaman Rasulullah, bendera tauhid sudah berkibar sebelum HTI ada. Jadi ini panji-panji Islam," ujar dia. Slamet menjelaskan, diperkirakan puncak kehadiran masa aksi tolak Perppu Ormas akan terjadi selepas waktu shalat Zuhur selesai. Ada sekitar 50 ribu masa yang diperkirakan akan ikut bergabung untuk menolak Perppu Ormas.(nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK