PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Elektabilitas di Bawah 50 Persen Jadi Alarm Bagi Jokowi
JAKARTA, Riauin.com -- Pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, elektabilitas Joko Widodo di bawah 50 persen menjadi alarm bahaya Jokowi dalam kontestasi politik Pilpres 2019 mendatang. Sebab, menurutnya sebagai pejawat, Jokowi seharusnya memiliki peluang lebih besar.
"Ditambah belum ada bermunculan calon lainnya," ujarnya dalam sebuah acara diskusi Laporan Survei Nasional Polmark Indonesia di Restoran Batik Kuring, Jakarta, Ahad (22/10).
Siti melanjutkan, memang sesuatu yang wajar di setiap rilis survei, Jokowi menjadi nama teratas. Akan tetapi, lanjut dia, elektabilitas yang menurun setelah masa pemilihan menjadikan indikasi banyaknya masyarakat pemilih yang menginginkan pemimpin baru.
Berdasarkan hasil survei yang dikeluarka PolMark Indonesia, Elektabilitas Jokowi menurun hingga 13,7 Persen. Ketika Pilpres 2014 lalu, Jokowi mengantongi elektabilitas sebersar 54,9 Persen, sedangkan dalam rilis survei PolMark Indonesia, Jokowi hanya mengantongi eletabilitas sebesar 41,2 Persen.
CEO PolMark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah mengatakan pesaing terdekat Jokowi masih tempati Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas 21,1 persen. Eep menjelaskan, dari tingkat elektabilitas Jokowi, baru hanya 26,6 persen yang mengaku mantap untuk memilih kembali Jokowi di tahun 2019 mendatang. Sedangkan Prabowo mengantongi kemantapan pemilih di angka 11,6 persen suara, seperti dilansir dari republika.
Survei Polmar dilakukan pada 9-20 September 2017 tersebut melibatkan 2250 rsponden yang dilakukan pada WNI yang berdomisili di Indonesia. Metode survei menggunakan Mulitistage random samplinf dengan margin of error +- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(nol)
"Ditambah belum ada bermunculan calon lainnya," ujarnya dalam sebuah acara diskusi Laporan Survei Nasional Polmark Indonesia di Restoran Batik Kuring, Jakarta, Ahad (22/10).
Siti melanjutkan, memang sesuatu yang wajar di setiap rilis survei, Jokowi menjadi nama teratas. Akan tetapi, lanjut dia, elektabilitas yang menurun setelah masa pemilihan menjadikan indikasi banyaknya masyarakat pemilih yang menginginkan pemimpin baru.
Berdasarkan hasil survei yang dikeluarka PolMark Indonesia, Elektabilitas Jokowi menurun hingga 13,7 Persen. Ketika Pilpres 2014 lalu, Jokowi mengantongi elektabilitas sebersar 54,9 Persen, sedangkan dalam rilis survei PolMark Indonesia, Jokowi hanya mengantongi eletabilitas sebesar 41,2 Persen.
CEO PolMark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah mengatakan pesaing terdekat Jokowi masih tempati Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas 21,1 persen. Eep menjelaskan, dari tingkat elektabilitas Jokowi, baru hanya 26,6 persen yang mengaku mantap untuk memilih kembali Jokowi di tahun 2019 mendatang. Sedangkan Prabowo mengantongi kemantapan pemilih di angka 11,6 persen suara, seperti dilansir dari republika.
Survei Polmar dilakukan pada 9-20 September 2017 tersebut melibatkan 2250 rsponden yang dilakukan pada WNI yang berdomisili di Indonesia. Metode survei menggunakan Mulitistage random samplinf dengan margin of error +- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK