PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Elektabilitas Prabowo Dikalahkan Jokowi, Ini Kata Fadli Zon
JAKARTA, Riauin.com -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai wajar hasil lembaga survei Indikator Politik Indoenesia yang menyebut elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kalah jauh dengan Joko Widodo. Hal ini karena Prabowo menurutnya memang belum melakukan aktifitas selama beberapa waktu terakhir.
"Ya wajar lah. Kan Pak Jokowi setiap hari pak jokowi seperti kampanye, meresmikan ini, itu, ya wajar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (12/10).
Karenanya, ia mengaku tidak khawatir dengan elektabilitas Prabowo kalah jauh dari Jokowi dalam hasil beberapa survei. Sebab, ia justru menyimpulkan bahwa masyarakat masih menginginkan pemimpin baru.
"Tapi kalau setiap incumben (pejawat) dibawah 40 persen elektabilitasnya, berarti lebih dari 60 persen rakyat indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pinter-pinter amat melihat logika itu," kata Fadli.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, hal itu karena ia menilai tidak ada perbaikan signifikan dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam bidang ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan mulai kalangan bawah hingga menengah atas.
"Yang jelas, saya sudah turun kebawah dan sudah lihat kondisinya di kelas menegah kebawah maupun kelas atas, itu merasakan ekonomi merosot, bukan meroket," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah, soal daya beli masyarakat lemah, hingga perlambatan ekonomi dan cenderung stagnan. "Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya. Ini adalah suatu arah ekonomi kepada stagnan, daya beli lemah, buying power melemah, kesenjangan semakin meningkat, hanya sedikit orang yang menikamti kue pembangunan ini, ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah," katanya.(rol)
"Ya wajar lah. Kan Pak Jokowi setiap hari pak jokowi seperti kampanye, meresmikan ini, itu, ya wajar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (12/10).
Karenanya, ia mengaku tidak khawatir dengan elektabilitas Prabowo kalah jauh dari Jokowi dalam hasil beberapa survei. Sebab, ia justru menyimpulkan bahwa masyarakat masih menginginkan pemimpin baru.
"Tapi kalau setiap incumben (pejawat) dibawah 40 persen elektabilitasnya, berarti lebih dari 60 persen rakyat indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pinter-pinter amat melihat logika itu," kata Fadli.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, hal itu karena ia menilai tidak ada perbaikan signifikan dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam bidang ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan mulai kalangan bawah hingga menengah atas.
"Yang jelas, saya sudah turun kebawah dan sudah lihat kondisinya di kelas menegah kebawah maupun kelas atas, itu merasakan ekonomi merosot, bukan meroket," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah, soal daya beli masyarakat lemah, hingga perlambatan ekonomi dan cenderung stagnan. "Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya. Ini adalah suatu arah ekonomi kepada stagnan, daya beli lemah, buying power melemah, kesenjangan semakin meningkat, hanya sedikit orang yang menikamti kue pembangunan ini, ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah," katanya.(rol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK