PILIHAN
Elektabilitas Prabowo Dikalahkan Jokowi, Ini Kata Fadli Zon
JAKARTA, Riauin.com -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai wajar hasil lembaga survei Indikator Politik Indoenesia yang menyebut elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kalah jauh dengan Joko Widodo. Hal ini karena Prabowo menurutnya memang belum melakukan aktifitas selama beberapa waktu terakhir.
"Ya wajar lah. Kan Pak Jokowi setiap hari pak jokowi seperti kampanye, meresmikan ini, itu, ya wajar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (12/10).
Karenanya, ia mengaku tidak khawatir dengan elektabilitas Prabowo kalah jauh dari Jokowi dalam hasil beberapa survei. Sebab, ia justru menyimpulkan bahwa masyarakat masih menginginkan pemimpin baru.
"Tapi kalau setiap incumben (pejawat) dibawah 40 persen elektabilitasnya, berarti lebih dari 60 persen rakyat indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pinter-pinter amat melihat logika itu," kata Fadli.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, hal itu karena ia menilai tidak ada perbaikan signifikan dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam bidang ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan mulai kalangan bawah hingga menengah atas.
"Yang jelas, saya sudah turun kebawah dan sudah lihat kondisinya di kelas menegah kebawah maupun kelas atas, itu merasakan ekonomi merosot, bukan meroket," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah, soal daya beli masyarakat lemah, hingga perlambatan ekonomi dan cenderung stagnan. "Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya. Ini adalah suatu arah ekonomi kepada stagnan, daya beli lemah, buying power melemah, kesenjangan semakin meningkat, hanya sedikit orang yang menikamti kue pembangunan ini, ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah," katanya.(rol)
"Ya wajar lah. Kan Pak Jokowi setiap hari pak jokowi seperti kampanye, meresmikan ini, itu, ya wajar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (12/10).
Karenanya, ia mengaku tidak khawatir dengan elektabilitas Prabowo kalah jauh dari Jokowi dalam hasil beberapa survei. Sebab, ia justru menyimpulkan bahwa masyarakat masih menginginkan pemimpin baru.
"Tapi kalau setiap incumben (pejawat) dibawah 40 persen elektabilitasnya, berarti lebih dari 60 persen rakyat indonesia menginginkan pemimpin baru. Nggak perlu pinter-pinter amat melihat logika itu," kata Fadli.
Wakil Ketua DPR itu mengatakan, hal itu karena ia menilai tidak ada perbaikan signifikan dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam bidang ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan mulai kalangan bawah hingga menengah atas.
"Yang jelas, saya sudah turun kebawah dan sudah lihat kondisinya di kelas menegah kebawah maupun kelas atas, itu merasakan ekonomi merosot, bukan meroket," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah, soal daya beli masyarakat lemah, hingga perlambatan ekonomi dan cenderung stagnan. "Kalau ekonomi mengalami stagnan, ini akan berbahaya. Ini adalah suatu arah ekonomi kepada stagnan, daya beli lemah, buying power melemah, kesenjangan semakin meningkat, hanya sedikit orang yang menikamti kue pembangunan ini, ini menurut saya menjadi alarm kepada pemerintah," katanya.(rol)
Berita Lainnya
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas
Manuver Plt Bupati Kuansing: Kunjungi Sukarmis dan Muslim di Lapas Pasca-OTT KPK
Dua Pekerja Tewas Akibat Serangan Harimau, BBKSDA Riau Desak Perusahaan Benahi Sistem Pengamanan
Bimtek Demokrat di Pacitan, HM Sumardany Tekankan Pentingnya Komitmen Kader Perjuangkan Program Pro Rakyat
Absen Paripurna, Ketua DPRD Kuansing Juprizal Diperiksa KPK di Pekanbaru
Wabup Mukhlisin Jadi Plt Bupati Kuansing, Warga Ingatkan Filosofi 'Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti'
Kasus Jual Beli Jabatan Sekda Kuansing Terbongkar, KPK Diminta Usut Posisi Kepala Dinas