PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Presidium 212: Waspadai Penyusup di Aksi 299
JAKARTA, Riauin.com -- Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif menegaskan, pihaknya akan sangat berhati-hati dalam menggelar Aksi 299 pada Jumat (29/9) besok. Ia tidak ingin aksi damai ini disusupi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
"Kami hati-hati betul menggelar aksi ini, jangan sampai disusupi. Kami juga menegaskan tidak ada agenda lain selain di DPR RI. Kalau ada Aksi 299 di tempat lain, itu bukan kami," tegas Slamet saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (28/9).
Slamet menambahkan, ada dua hal yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pertama mereka dengan tegas menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, atau Perppu Ormas. Kedua mereka juga menolak kebangkitan paham komunis dalam hal ini adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Kami hanya ingin menyampaikan dua hal saja. Kami menolak Perppu Ormas dan PKI," jelasnya.
Slamet menambahkan, aksi yang rencananya digelar mulai pukul 13.00 WIB itu akan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Diantaranya, mantan Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI periode 1999-2004, Amien Rais. Kemudian mereka juga mengundang penyair kondang, Taufiq Ismail, dia akan membacakan puisi terkait kebangkitan PKI.
"Nantinya petisi dari tokoh nasional yang hadir akan diserahkan langsung ke Komisi II DPR RI. Karena Komisi II yang berkenan dengan masalah itu," ujarnya.(rol)
"Kami hati-hati betul menggelar aksi ini, jangan sampai disusupi. Kami juga menegaskan tidak ada agenda lain selain di DPR RI. Kalau ada Aksi 299 di tempat lain, itu bukan kami," tegas Slamet saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (28/9).
Slamet menambahkan, ada dua hal yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pertama mereka dengan tegas menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, atau Perppu Ormas. Kedua mereka juga menolak kebangkitan paham komunis dalam hal ini adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Kami hanya ingin menyampaikan dua hal saja. Kami menolak Perppu Ormas dan PKI," jelasnya.
Slamet menambahkan, aksi yang rencananya digelar mulai pukul 13.00 WIB itu akan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Diantaranya, mantan Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI periode 1999-2004, Amien Rais. Kemudian mereka juga mengundang penyair kondang, Taufiq Ismail, dia akan membacakan puisi terkait kebangkitan PKI.
"Nantinya petisi dari tokoh nasional yang hadir akan diserahkan langsung ke Komisi II DPR RI. Karena Komisi II yang berkenan dengan masalah itu," ujarnya.(rol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK