Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
KK Bodong Ditemukan di PPDB SMA 8 Pekanbaru, Calon Siswa Langsung di Blacklist
RIAUIN.COM - Panitia PPDB SMA Negeri 8 Kota Pekanbaru menemukan 31 Kartu Keluarga (KK) diduga hasil rekayasa (bodong) saat pendaftaran peserta didik baru.
Alhasil, seluruh calon siswa yang terdaftar dalam KK bodong itu langsung di blacklist oleh pihak sekolah.
Wakil Humas SMA 8 Pekanbaru, Reni Erita menjelaskan, penemuan itu awalnya diketahui ketika pihaknya melakukan kroscek foto copy KK ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru.
"Kami bekerjasama dengan Disdukcapil, KK yang masuk akan dicek Disdukcapil. Kemudian Disdukcapil mengeluarkan keterangan yang sebenarnya karena KK tersebut tidak sesuai dengan nomornya aslinya," kata Reni, Senin (3/7/2023).
Dijelaskannya, nomor NIK KTP yang tertera di KK itu diduga hasil rekayasa. Setelah dicek akhirnya diketahui Nama yang tertera dalam KK itu terdaftar di KK lain yang jauh di luar zonasi SMA 8 Pekanbaru.
"Kami sudah menolak dan mendiskualifikasi calon siswa tersebut. Jadi mereka lewat jalur apapun atau dia ganti jalur Afirmasi tetap tidak bisa. Karena namanya sudah kami blacklist di SMA 8 yang 31 orang itu," tegas Reni.
Dari beberapa calon siswa tersebut, Reni mendapat pengakuan bahwa KK itu dibuatkan oleh seseorang dengan mematok harga hingga Rp 500 ribu per KK.
"Saya panggil orangnya, mereka sendiri yang cerita. Mereka buat sama seseorang yang tidak mau disebutkan namanya (dengan harga, red) Rp 500 ribu per KK. Ada lagi pengakuan ibu-ibu, sama tukang parkir dibuatnya, itu kan sedih sekali ya," terangnya.
Seluruh nama dalam KK tersebut, kata Reni, telah direkayasa seolah-olah memang sesuai KK aslinya dan berdomisili di wilayah zonasi SMA 8 Pekanbaru.
"Begitu awalnya diserahkan, kami sudah curiga. Ini kok kayak diedit. Begitu kami ke Disdukcapil langsung kami kirim semua KK yang masuk, nah disitulah ketahuannya. KK ini (fotokopi) tidak sesuai dengan KK aslinya," ucapnya.
Kata dia, untuk menghindari adanya dugaan KK rekayasa, pihak sekolah langsung mengirimkan semua KK yang masuk ke Disdukcapil Kota Pekanbaru untuk di kroscek.
"Semua KK yang masuk kami kirim ke Dinas, terutama Zonasi. Disitulah ketemunya 31 orang memakai KK tidak benar," tuturnya.
Namun, hasil temuan dugaan pemalsuan KK ini tidak dilaporkan oleh pihak sekolah ke instansi berwenang. Reni menyebut bahwa sanksi blacklist sudah cukup bagi calon siswa yang bersangkutan.
"Kami tidak melaporkan, yang jelas calon siswa itu tidak bisa diterima di sekolah ini," pungkasnya.-dnr
Berita Lainnya
Lantik 1.700 Lebih Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Lantik 1.700 Lebih Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Fikom UMRI dan UMK Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat International Colloquium 2026
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat