• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Buntu di Perbatasan: Mengapa Sungai Kuantan Gagal Dipulihkan
24 Agustus 2026
Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
23 Agustus 2026
Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
23 Agustus 2026
Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
23 Agustus 2026

  • Home
  • Kesehatan

Waspada! Bumi Makin Panas, Ribuan Virus Gampang Berpindah dari Hewan ke Manusia

Redaksi

Sabtu, 07 Mei 2022 06:38:17 WIB
Cetak
Ilustrasi

RIAUIN.COM - Sebuah studi memperingatkan umat manusia harus bersiap menghadapi ribuan virus dan penyakit baru yang berpindah dari hewan ke manusia. Perubahan iklim menyebabkan hal tersebut terjadi dengan mudah dalam beberapa dekade mendatang.

Studi yang dilakukan University of Georgetown berjudul Climate change increases cross-species viral transmission risk dan dipublikasikan di Nature, membeberkan setidaknya 15.000 penularan virus lintas spesies baru akan terjadi pada tahun 2070, jika suhu global naik sebesar 2 derajat Celcius.

Pergeseran iklim yang memanas sebesar ini akan mendorong pergerakan massal hewan liar saat mereka berusaha beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, kata studi tersebut, sambil memperingatkan skenario semacam ini kemungkinan besar sudah berlangsung.

Banyak hewan akan membonceng parasit dan patogen mereka ke zona baru, yang berpotensi memicu reaksi berantai virus dan penyakit. Pergerakan hewan berarti spesies sering bertemu satu sama lain untuk pertama kalinya, menciptakan peluang unik bagi virus untuk menularkan.

Dikutip dari detik, Sabtu (7/5/2022) studi tersebut memperkirakan peningkatan jumlah penyakit menular yang muncul dari hewan ke manusia dalam 50 tahun ke depan, terutama di Afrika dan Asia, karena efek ini.

Menggunakan model data jaringan virus mamalia dan pergeseran jangkauan geografis untuk 3.139 spesies mamalia di bawah skenario perubahan iklim dan penggunaan lahan untuk tahun 2070, simulasi komputer menetapkan titik potensial penyebaran virus di masa depan.

Daerah dengan kepadatan populasi manusia yang tinggi di beberapa bagian Asia dan Afrika ditandai oleh penelitian ini, seperti juga daerah tropis yang luas di mana limpahan zoonosis diketahui paling sering terjadi.

Potensi pertemuan pertama "kemungkinan tidak proporsional" terjadi di daerah yang dihuni manusia atau di lahan pertanian, kata studi tersebut. Temuan ini bertentangan dengan teori sebelumnya yang mengklaim hutan menampung sebagian besar virus yang muncul dan belum ditemukan di dunia.

Dikutip dari 9News, kelelawar kemungkinan akan menjadi pembawa dan pemancar utama virus di masa depan. Hal itu dikarenakan kapasitas penyebarannya yang unik.

"Kelelawar merupakan mayoritas penyebar virus baru, dan kemungkinan besar berbagi virus di sepanjang jalur evolusi yang akan memfasilitasi kemunculan manusia di masa depan. Anehnya, kami menemukan bahwa transisi ekologis ini mungkin sudah berlangsung, dan menahan pemanasan di bawah 2°C dalam abad ini tidak akan mengurangi penyebaran virus di masa depan," tulis para peneliti.

Model simulasi komputer untuk tahun 2070 menyoroti Sahel, dataran tinggi Ethiopia dan Lembah Rift, India, China timur, Indonesia, dan Filipina sebagai kemungkinan "titik panas tropis" dari penyebaran virus baru.

Para peneliti mencatat bagaimana virus simian immunodeficiency melompat dari monyet ke simpanse dan gorila memfasilitasi asal-usul HIV pada manusia. Demikian pula, limpahan SARS-CoV ke musang memungkinkan virus kelelawar mencapai manusia.

"Jenis lompatan inang satwa liar ke satwa liar ini mungkin merupakan batu loncatan evolusioner untuk sekitar 10.000 virus berpotensi zoonosis yang saat ini beredar di inang mamalia," tulis para peneliti.

Studi tersebut mendesak pengawasan dan pemantauan yang lebih besar terhadap pergerakan di antara hewan yang berbeda serta virusnya untuk mengelola risiko ini. (*)


 Editor : Nab


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Operasi Bypass Tanpa Belah Tulang Dada Makin Diminati, Mitra Keluarga Tangani 100 Pasien dalam Setahun

Diagnosis Jadi Kunci Perawatan Jerawat Aman, Ini Penjelasan Dokter ERHA

Bahaya Mengintai Konsumen Ikan Mati Akibat Limbah di Sungai Singingi

Alhaya Fertility Center, Solusi Bayi Tabung dengan Teknologi AI dan Kenyamanan Pasien Indonesia

Pijat Refleksi Keluarga Sehat Tawarkan Promo Menarik

Jelang Ramadan, Pepsodent Berikan Edukasi Perawatan Gigi dan Mulut

Operasi Bypass Tanpa Belah Tulang Dada Makin Diminati, Mitra Keluarga Tangani 100 Pasien dalam Setahun

Diagnosis Jadi Kunci Perawatan Jerawat Aman, Ini Penjelasan Dokter ERHA

Bahaya Mengintai Konsumen Ikan Mati Akibat Limbah di Sungai Singingi

Alhaya Fertility Center, Solusi Bayi Tabung dengan Teknologi AI dan Kenyamanan Pasien Indonesia

Pijat Refleksi Keluarga Sehat Tawarkan Promo Menarik

Jelang Ramadan, Pepsodent Berikan Edukasi Perawatan Gigi dan Mulut

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat
  • 2 Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
  • 3 Alam Cahyo Tuah Nagoghi Rebut Tahta Tepian Narosa, Tumbangkan Juara Bertahan Bintang Emas Cahaya Intan
  • 4 Sengit di Empat Besar: Siapa Melenggang ke Grand Final?
  • 5 Penentuan Jawara Sejati Tepian Narosa: Bintang Emas Cahaya Intan vs Alam Cahayo Tuah Nagoghi
  • 6 Pacu Jalur 2026: 7 Jalur Amankan Tiket Perempat Final, Bintang Emas Cahaya Intan Melaju via Bye
  • 7 Panitia Pacu Jalur 2026 Kantongi Catatan Pelanggaran, Sanksi Adat dan Perbup Menanti
  • 8 Peta Kekuatan Perdelapan Final Pacu Jalur 2026: Siapa Layak ke Grand Final?
  • 9 Daftar 13 Jalur yang Lolos ke Babak Semifinal Pacu Jalur Teluk Kuantan
Terkini +INDEKS

Hadirkan BTS Baru di Jorong Lariang, Telkomsel Buka Akses Konektivitas dan Peluang Digital bagi Masyarakat

24 Agustus 2026
Antisipasi Karhutla dan Aturan Ciptaker, DPRD Riau Revisi Perda Pengelolaan Lingkungan Hidup
24 Agustus 2026
DPRD Pekanbaru Soroti Udara Tidak Sehat, Minta Data AQI Diperbarui Tiap Hari
24 Agustus 2026
Stok 9 Ton Garam Siap Semai, BPBD Riau Waspadai Asap Kiriman dari Provinsi Tetangga
24 Agustus 2026
Pemprov Riau Usul Retribusi Pertambangan Rakyat Masuk Ranperda Pajak Terbaru
24 Agustus 2026
DPRD Riau Revisi Perda CSR, Pengawasan dan Kemitraan Badan Usaha Diperketat
24 Agustus 2026
Antisipasi Dampak Asap Karhutla Riau, Presiden Prabowo Perintahkan Kirim Ratusan Pasokan Oksigen
24 Agustus 2026
Usut Pembakaran Lahan Konservasi PT TKWL, Polda Riau Buka Peluang Jerat Korporasi
24 Agustus 2026
Pesta Pacu Jalur Berakhir, Warga Teluk Kuantan Dikepung Sampah
24 Agustus 2026
Kunjungi Riau, Presiden Janji Tambah Helikopter Water Bombing untuk Atasi Karhutla
24 Agustus 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved