PILIHAN
Partai Diminta Kompromi Soal Presidential Threshold
JAKARTA, Riauin.com -- Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu Achmad Baidowi meminta partai mengedepankan sikap kompromi dalam lima isu krusial, Kamis (8/6) hari ini. Terutama pembahasan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.
"Kami harapkan masing-masing fraksi ada kompromi. Mungkin yang agak alot terkait angka presidential threshold," harap anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Baidowi menyatakan sikap kompromi menjadi penting agar Pansus RUU Pemilu dapat mengambil keputusan melalui musyawarah mufakat. Dengan demikian, pengambilan keputusan tidak mengalami penundaan dan tidak berujung pada voting.
Pansus RUU Pemilu akan membahas lima isu krusial yang sempat tertunda pada Kamis (8/6) hari ini. Lima isu tersebut, yaitu ambang batas presiden, ambang batas parlemen, metode konversi suara, sistem pemilu, dan sebaran daerah pemilihan.
Dari lima isu itu, hanya ambang batas presiden yang masih dibahas oleh DPR. Fraksi-fraksi di parlemen belum menemui kata sepakat mengenai pemberlakuan presidential threshold.
Pembahasan isu lainnya sudah mencapai kata mufakat. Baidowi mengatakan empat isu lain bisa rampung dibahas karena adanya sikap kompromi. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mencontohkan fraksinya menunjukkan sikap kompromi dalam pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Awalnya, PPP mengusulkan usulkan angka ambang batas presiden sebesar 3,5 persen. "Kami bisa kompromi ke angka empat persen. Begitupun juga dengan isu lainnya, seperti alokasi kursi per dapil 3-10, sistem terbuka, metode kuota hare," ujar Baidowi.
Kendati pembahasan ambang batas presiden masih alot, Baidowi optimistis pengambilan keputusan terhadap lima isu krusial dapat diselesaikan, Kamis (8/6) hari ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto mengatakan Partai Golkar, Nasdem, dan PDI Perjuangan tetap menginginkan pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Tiga partai ini ingin penerapan ambang batas 20 persen. Tujuh parpol lainnya menginginkan presidential threshold ditiadakan atau nol persen.(rol)
"Kami harapkan masing-masing fraksi ada kompromi. Mungkin yang agak alot terkait angka presidential threshold," harap anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Baidowi menyatakan sikap kompromi menjadi penting agar Pansus RUU Pemilu dapat mengambil keputusan melalui musyawarah mufakat. Dengan demikian, pengambilan keputusan tidak mengalami penundaan dan tidak berujung pada voting.
Pansus RUU Pemilu akan membahas lima isu krusial yang sempat tertunda pada Kamis (8/6) hari ini. Lima isu tersebut, yaitu ambang batas presiden, ambang batas parlemen, metode konversi suara, sistem pemilu, dan sebaran daerah pemilihan.
Dari lima isu itu, hanya ambang batas presiden yang masih dibahas oleh DPR. Fraksi-fraksi di parlemen belum menemui kata sepakat mengenai pemberlakuan presidential threshold.
Pembahasan isu lainnya sudah mencapai kata mufakat. Baidowi mengatakan empat isu lain bisa rampung dibahas karena adanya sikap kompromi. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mencontohkan fraksinya menunjukkan sikap kompromi dalam pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Awalnya, PPP mengusulkan usulkan angka ambang batas presiden sebesar 3,5 persen. "Kami bisa kompromi ke angka empat persen. Begitupun juga dengan isu lainnya, seperti alokasi kursi per dapil 3-10, sistem terbuka, metode kuota hare," ujar Baidowi.
Kendati pembahasan ambang batas presiden masih alot, Baidowi optimistis pengambilan keputusan terhadap lima isu krusial dapat diselesaikan, Kamis (8/6) hari ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yandri Susanto mengatakan Partai Golkar, Nasdem, dan PDI Perjuangan tetap menginginkan pemberlakuan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Tiga partai ini ingin penerapan ambang batas 20 persen. Tujuh parpol lainnya menginginkan presidential threshold ditiadakan atau nol persen.(rol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK