PILIHAN
Belum Diaktifkan Sebagai Bupati Rohul, Suparman Disarankan Tempuh Upaya Hukum
PASIR PANGARAIAN, Riauin.com - Pengacara muda asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Devi Ilhamsah, SH, menyarankan Bupati Rohul non aktif, H. Suparman, S.Sos, M.Si, lakukan upaya hukum tuntut hak sebagai WNI yang taat hukum, sehingga aktif kembali sebagai Bupati Rohul.
Pasca Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, sesuai Undang-Undang Pasal 83 Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, Bupati Rohul non aktif Suparman seharusnya sudah kembali memimpin Rohul pasca divonis bebas.
Dimana sesuai UU Pemda, kepala daerah yang diberhentikan sementara, diduga melakukan tindak pidana diberhentikan sementara. Setelah melalui proses peradilan ternyata terbukti tidak bersalah berdasarkan keputusan pengadilan, paling lambat 30 hari sejak diterimanya pemberitahuan putusan pengadilan, Mendagri harus mengaktifkan kembali yang bersangkutan.
“Berharap, Suparman segera melakukan upaya hukum ke Pengadilan Negeri, karena perbuatan Mendagri bertentangan dengan Pasal 83 UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang pemerintahan daerah," tegas Devi Ilhamsah, SH yang akrab disapa Ilham, Selasa (16/5/2017).
Dirinya menyarankan, agar Suparman segera melakukan upaya hukum, sehingga apa yang sudah jadi haknya tidak dikangkangi oleh negara, dan ia segera bisa menjalankan roda pemerintahan sesuai visi misinya saat kampanye.
Kemudian, Ilham mengakui sikap Mendagri dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum, karena telah merugikan Suparman sebagai WNI, sehingga dirinya tidak bisa menjalankan visi misinya, sesuai janjinya ke masyarakat Rohul.
“Bila mendagri tidak mengaktifkan juga, dapat kita duga negara menghalangi Suparman menepati janjinya saat kampanye terhadap masyarakat Rohul yang sudah memilihnya,†ucap Ilham.(hrc)
Pasca Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, sesuai Undang-Undang Pasal 83 Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah, Bupati Rohul non aktif Suparman seharusnya sudah kembali memimpin Rohul pasca divonis bebas.
Dimana sesuai UU Pemda, kepala daerah yang diberhentikan sementara, diduga melakukan tindak pidana diberhentikan sementara. Setelah melalui proses peradilan ternyata terbukti tidak bersalah berdasarkan keputusan pengadilan, paling lambat 30 hari sejak diterimanya pemberitahuan putusan pengadilan, Mendagri harus mengaktifkan kembali yang bersangkutan.
“Berharap, Suparman segera melakukan upaya hukum ke Pengadilan Negeri, karena perbuatan Mendagri bertentangan dengan Pasal 83 UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang pemerintahan daerah," tegas Devi Ilhamsah, SH yang akrab disapa Ilham, Selasa (16/5/2017).
Dirinya menyarankan, agar Suparman segera melakukan upaya hukum, sehingga apa yang sudah jadi haknya tidak dikangkangi oleh negara, dan ia segera bisa menjalankan roda pemerintahan sesuai visi misinya saat kampanye.
Kemudian, Ilham mengakui sikap Mendagri dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum, karena telah merugikan Suparman sebagai WNI, sehingga dirinya tidak bisa menjalankan visi misinya, sesuai janjinya ke masyarakat Rohul.
“Bila mendagri tidak mengaktifkan juga, dapat kita duga negara menghalangi Suparman menepati janjinya saat kampanye terhadap masyarakat Rohul yang sudah memilihnya,†ucap Ilham.(hrc)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh