PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Kata Ma'aruf Amin Pemerintah Berencana Buat Vaksin Virus Corona
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah berencana mengembangkan riset guna menemukan vaksin untuk menangkal virus corona atau Covid-19 yang kini tengah mewabah di Indonesia. Ma'ruf menyatakan virus corona sudah menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia sehingga harus ditemukan vaksin sebagai solusi penangkal virus tersebut.
"Sudah mulai dilakukan pembicaraan-pembicaraan, karena memang ini kan sebuah ancaman kita, terus berusaha kalo bisa memproduksi vaksin sendiri. Oleh karena itu kami sedang mengembangkan risetnya," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (19/3), dirilis dari CNNIndonesia.com.
Menurut Ma'ruf, koordinasi pembuatan vaksin virus corona akan melibatkan banyak pihak. Nantinya, koordinasi itu berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan, dan beberapa perusahaan BUMN terkait.
"Terutama BUMN yang punya perusahaan farmasi," ujarnya.
Mantan Rais Aam PBNU itu menyatakan riset untuk menemukan vaksin virus corona pasti membutuhkan waktu yang tak sebentar. Sembari menunggu hasil riset, ia menyebut pemerintah tetap memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran WHO bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami secara bersama-sama tidak hanya menunggu vaksin, tetapi melakukan cara-cara yang sudah sesuai dengan protokol WHO dalam menangani wabah ini," kata dia.
Beberapa negara di dunia tengah mencari solusi untuk menemukan vaksin virus corona. Salah satunya dari Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi (NIAID) yang bermarkas di Maryland, Amerika Serikat. Mereka mengumumkan telah melakukan uji coba pertama pemberian kandidat vaksin Covid-19 kepada 45 orang dewasa yang sehat.
Selain itu, riset untuk menemukan vaksin Covid-19 tengah dilakukan perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac. Perusahaan ini mengklaim sebagai spesialis dalam mengembangkan obat kanker, terapi berbasis antibodi, dan penyakit langka, termasuk vaksin profilaksis. CureVac bekerja sama dengan Institut Paul-Ehrlich di bawah Kementerian Kesehatan Jerman.(nal)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK