PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Virus Cotona Dinilai Bisa Mengancam Pelaksanaan Pilkada Serentak
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020 bisa terganggu dikarenakan masih menjalarnya penyebaran virus corona (covid-19).
"DPR RI menilai sangat mungkin virus Corona ini memiliki potensi mengganggu jalannya Pilkada Serentak 2020 ke depan,†kata Dasco kepada wartawan, Senin (16/3/2020), dilansir dari liputan6.com.
Atas dasar itu, Dasco memberikan saran kepada pemerintah untuk mengkaji pelaksaan pilkada serentak di tengah wabah virus corona ini. Baik ditunda ataupun dengan catatan memberlakukan mekanisme tertentu.
“Apakah pelaksanaan Pikada Serentak dimudurkan atau tetap sesuai agenda yang sudah disepakati, dengan catatan memberlakukan mekanisme tertentu guna menghindari penyebaran virus corona ini,†bebernya.
Kata Dasco, alangkah baiknya pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) dan Civil Society yang bergerak dalam isu kepemiluan.
Menurut dia hal itu perlu dilakukan duduk bersama membuat kajian khusus dalam rangka merancang mekanisme pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah menjalarnya wabah virus corona yang sudah menjadi wabah Nasional dan Pandemik secara global.
“Tentu mekanisme Pilkada yang dirancang ini adalah alternatif dari Pemerintah apabila virus corona masih menjadi wabah nasional,†ungkapnya.
Selain itu, jika Pilkada Serentak tetap dilakukan Dasco memberikan saran agar model kampanye dilakukan melalui media sosial, media massa atau platform lain yang tak memerlukan tatap muka langsung.
“Di era digital ini, kampanye tanpa tatap muka dan tanpa melibatkan massa banyak sangat mungkin dilakukan,†beber Dasco.
Pilkada serentak tahun 2020 akan digelar di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. (nal)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK