PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Berawal dari Hobi Menjahit
Sheila : Alat Jahit APR Canggih
Pelalawan. riauin.com-- Ketika diberikan kesempatan, Sheila Annisa (20) langsung menyambut dan tidak membiarkannya lewat begitu saja. Hobinya menjahit dan keinginan kuat untuk mengembangkannya, membuat putri asli asal Desa Lalang Kabung, Kabupaten Pelalawan, Riau ini tertarik dengan teknologi di PT Asia Pacific Rayon (APR).
"Sebelumnya saya bekerja di rumah jahit, pemilik rumah jahit itu merupakan salah seorang karyawan di PT APR, lalu saya ditawari mengikuti seleksi karyawan, mulai dari tes administrasi, psikotes, dan wawancara," ungkap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci.
Sheila pun akhirnya mampu melewati serangkaian proses seleksi itu. Kemudian, Sheila bersama rekan lain yang lulus harus mengikuti program trainee atau pembekalan oleh perusahaan, seperti mendesain pola menggunakan sistem komputerisasi.
Sheila mengaku bangga bisa bekerja di perusahaan dan mengembangkan hobi menjahitnya sekaligus mendapatkan beragam ilmu baru seperti kepemimpinan (leadership), dan teknologi Pengolahan Viskosa yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
"Saya senang menjahit, apalagi di sini alatnya canggih-canggih, semuanya sudah digital, jadi sudah sangat mudah dalam menjahit, bordir, maupun sistem pasang kancingnya. Banyak ilmu yang bisa saya pelajarin disini," terangnya.
Sheila berharap keberadaan PT APR semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif kepada para perempuan sekitar, baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha lokal bidang garmen yang terampil dan kreatif ke depannya.
Community Development Head PT APR, Binahidra Logiardi mengatakan APR memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif atau masyarakat yang ramah dan terbuka kepada siapapun tanpa terkecuali. Termasuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk bekerja di perusahaan.
Saat ini, PT APR membangun bagian kain atau garmen bukan untuk komersil, melainkan sebagai pusat belajar dan uji coba untuk produk viskosa yang diproduksi.
"Kedepannya diharapkan dari sini bisa menghasilkan desain-desain pakaian jadi yang menjadi inspirasi bagi pelanggan maupun pembeli akhir di toko-toko pakaian," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, PT APR yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo ini, merupakan produsen serat viskosa berkapasitas produksi 240.000 ton dengan pabrik yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.
Keberadaan industri ini mendukung agenda pemerintah terhadap industri strategis tekstil nasional agar bisa berkompetisi di pasar global.
Selain itu, PT APR juga diyakini akan mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon ke Indonesia.(mmd)
"Sebelumnya saya bekerja di rumah jahit, pemilik rumah jahit itu merupakan salah seorang karyawan di PT APR, lalu saya ditawari mengikuti seleksi karyawan, mulai dari tes administrasi, psikotes, dan wawancara," ungkap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci.
Sheila pun akhirnya mampu melewati serangkaian proses seleksi itu. Kemudian, Sheila bersama rekan lain yang lulus harus mengikuti program trainee atau pembekalan oleh perusahaan, seperti mendesain pola menggunakan sistem komputerisasi.
Sheila mengaku bangga bisa bekerja di perusahaan dan mengembangkan hobi menjahitnya sekaligus mendapatkan beragam ilmu baru seperti kepemimpinan (leadership), dan teknologi Pengolahan Viskosa yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
"Saya senang menjahit, apalagi di sini alatnya canggih-canggih, semuanya sudah digital, jadi sudah sangat mudah dalam menjahit, bordir, maupun sistem pasang kancingnya. Banyak ilmu yang bisa saya pelajarin disini," terangnya.
Sheila berharap keberadaan PT APR semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif kepada para perempuan sekitar, baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha lokal bidang garmen yang terampil dan kreatif ke depannya.
Community Development Head PT APR, Binahidra Logiardi mengatakan APR memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif atau masyarakat yang ramah dan terbuka kepada siapapun tanpa terkecuali. Termasuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk bekerja di perusahaan.
Saat ini, PT APR membangun bagian kain atau garmen bukan untuk komersil, melainkan sebagai pusat belajar dan uji coba untuk produk viskosa yang diproduksi.
"Kedepannya diharapkan dari sini bisa menghasilkan desain-desain pakaian jadi yang menjadi inspirasi bagi pelanggan maupun pembeli akhir di toko-toko pakaian," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, PT APR yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo ini, merupakan produsen serat viskosa berkapasitas produksi 240.000 ton dengan pabrik yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.
Keberadaan industri ini mendukung agenda pemerintah terhadap industri strategis tekstil nasional agar bisa berkompetisi di pasar global.
Selain itu, PT APR juga diyakini akan mengurangi ketergantungan impor atas bahan kapas dan rayon ke Indonesia.(mmd)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK