PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Air Masuk dari Instalasi
Kondisi Gedung STC tak Layak Pakai
Air keluar dari celah instalasi gedung perbelanjaan STC
PEKANBARU, riauin.com-- Hujan yang turun sore hingga malam, Kamis (05/03/2020) kemarin membuktikan bahwa pusat perbelanjaan Sudirman Trade Center tak layak pakai.
Pasalnya, di dalam gedung yang baru saja selesai dibangun itu banjir. Air keluar dari setiap celah instalasi listrik dan pendingin ruangan (ac).
Akibatnya pedagang yang baru sekitar 30 persen menempati kios di dalam gedung kebanjiran. Lantai dan barang dagangan mereka habis basa diguyur air hujan.
"Sudah seperti kolam renang di dalam ini, bu. Air turun dari atas dicelah-celah, instalasi ac dan lampu dari celah sensor asap itu pun air keluar dari lantai dasar sampai lantai atas, " jelas seorang pedangan pakaian muslim, Incim kepada riauin.com, Jumat (06/03/2020) pagi.
Dari video yang ditunjukkan seorang pedagang Lina, para pedagang yang sudah membuka kedainya di dalam gedung terpaksa harus mengemasi barang dagangannya agar tak basah terkena air hujan. Mereka sibuk menyapu untuk mengeringkan lantai dari air hujan yang turun ibarat gedung tak beratap.
"Kalau seperti ini bagaimana kami mau jualan, belum apa-apa kami sudah rugi. Kalau memang gedung ini belum siap untuk ditempati sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan, " keluh Lina yang sudah mulai menata kios barunya.
Pedagang yang masih berjualan di luar gedung jumlahnya masih cukup banyak. Mereka mengaku enggan pindah apalagi melihat kondisi bangunan yang bocor itu, karena takut gedung kebali terbakar akibat korsleting.
"Takutnya nanti gedung itu ambruk. Apalagi harga kios mahalnya selangit. Untuk kios di lantai dasar saja paling murah Rp25 juta, bagaimana mau jualan kami, " ujar Incim.
Pedagang yang berada di luar mengaku pasrah dengan kondisi sekarang. Kalau memang Pemko memaksa untuk masuk ke dalam gedung, mereka terpaksa mencari lokasi berjualan yang baru, karena sewa kios di STC sangat mahal. (vie)
Pasalnya, di dalam gedung yang baru saja selesai dibangun itu banjir. Air keluar dari setiap celah instalasi listrik dan pendingin ruangan (ac).
Akibatnya pedagang yang baru sekitar 30 persen menempati kios di dalam gedung kebanjiran. Lantai dan barang dagangan mereka habis basa diguyur air hujan.
"Sudah seperti kolam renang di dalam ini, bu. Air turun dari atas dicelah-celah, instalasi ac dan lampu dari celah sensor asap itu pun air keluar dari lantai dasar sampai lantai atas, " jelas seorang pedangan pakaian muslim, Incim kepada riauin.com, Jumat (06/03/2020) pagi.
Dari video yang ditunjukkan seorang pedagang Lina, para pedagang yang sudah membuka kedainya di dalam gedung terpaksa harus mengemasi barang dagangannya agar tak basah terkena air hujan. Mereka sibuk menyapu untuk mengeringkan lantai dari air hujan yang turun ibarat gedung tak beratap.
"Kalau seperti ini bagaimana kami mau jualan, belum apa-apa kami sudah rugi. Kalau memang gedung ini belum siap untuk ditempati sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan, " keluh Lina yang sudah mulai menata kios barunya.
Pedagang yang masih berjualan di luar gedung jumlahnya masih cukup banyak. Mereka mengaku enggan pindah apalagi melihat kondisi bangunan yang bocor itu, karena takut gedung kebali terbakar akibat korsleting.
"Takutnya nanti gedung itu ambruk. Apalagi harga kios mahalnya selangit. Untuk kios di lantai dasar saja paling murah Rp25 juta, bagaimana mau jualan kami, " ujar Incim.
Pedagang yang berada di luar mengaku pasrah dengan kondisi sekarang. Kalau memang Pemko memaksa untuk masuk ke dalam gedung, mereka terpaksa mencari lokasi berjualan yang baru, karena sewa kios di STC sangat mahal. (vie)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah