PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Bupati Akui Kondisi Ekonomi Masyarakat Kuansing Belum Menggembirakan
TELUK KUANTAN, Riauin.com - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Musrenbang tingkat kecamatan di Kecamatan Benai, Kamis (20/2/2020).
Pada acara yang digelar di aula Kecamatan Benai tersebut, usulan infrastruktur masih mendominasi.
Camat Benai Okstaria Dwi Gustin SIP MSi mengatakan masyarakat Kecamatan Benai dengan 17.249 jiwa sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Masih kata Camat, tahun ini banyak pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Kuansing di Kecamatan Benai. Mulai sektor infrastruktur, ekonomi hingga pendidikan.
"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah melaksanakan pembangunan di Benai," ungkap Camat Okstaria dalam sambutannya.
Meskipun begitu, kata Camat, masih ada sejumlah ruas jalan kabupaten yang masih membutuhkan pembangunan dan perawatan karena kondisinya cukup memprihatinkan.
"Kita minta pembangunan dan perawatan ruas jalan kabupaten ini bisa dianggarkan melalui dinas terkait," pintanya.
Camat juga mengatakan ada sejumlah usulan prioritas, diantaranya pengaspalan jalan lingkar Pasar Benai 1 Km, jalan usaha tani Desa Pulau Ingu 1 Km, Pembangunan Kantor Kepala Desa Tanjung Simandolak.
"Usulan prioritas ada dua kelompok, yakni pertama infrastruktur ekonomi dan pendidikan," ungkapnya.
Sementara Bupati Kuansing Mursini mengatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum menggembirakan. Hal ini bisa diamati dari kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing desa.
"Bisa kita tandai, masih ada masyarakat kita yang sulit membiayai hidup dan pendidikan anak-anak mereka," ungkapnya.
Saat ini, kata bupati, mata pencaharian masyarakat Kuansing rata-rata petani. Apakah sektor pertanian dan perkebunan, mulai tanaman pangan hingga palawija.
"Sebagaian besar petani pekebun, baik kebun karet dan sawit," katanya.
Bicara kebun karet tutur Bupati, lebih dari delapan tahun harga karet sangat tidak menggembirakan. Satu kilonya hanya Rp6000-7000. Makanya, ekonomi masyarakat tidak terangkat.
"Kita menawarkan kepada para petani supaya mengikuti lelang karet. Harganya sama se-Kuansing," ungkapnya.(int/nol)
Pada acara yang digelar di aula Kecamatan Benai tersebut, usulan infrastruktur masih mendominasi.
Camat Benai Okstaria Dwi Gustin SIP MSi mengatakan masyarakat Kecamatan Benai dengan 17.249 jiwa sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Masih kata Camat, tahun ini banyak pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Kuansing di Kecamatan Benai. Mulai sektor infrastruktur, ekonomi hingga pendidikan.
"Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah melaksanakan pembangunan di Benai," ungkap Camat Okstaria dalam sambutannya.
Meskipun begitu, kata Camat, masih ada sejumlah ruas jalan kabupaten yang masih membutuhkan pembangunan dan perawatan karena kondisinya cukup memprihatinkan.
"Kita minta pembangunan dan perawatan ruas jalan kabupaten ini bisa dianggarkan melalui dinas terkait," pintanya.
Camat juga mengatakan ada sejumlah usulan prioritas, diantaranya pengaspalan jalan lingkar Pasar Benai 1 Km, jalan usaha tani Desa Pulau Ingu 1 Km, Pembangunan Kantor Kepala Desa Tanjung Simandolak.
"Usulan prioritas ada dua kelompok, yakni pertama infrastruktur ekonomi dan pendidikan," ungkapnya.
Sementara Bupati Kuansing Mursini mengatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum menggembirakan. Hal ini bisa diamati dari kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing desa.
"Bisa kita tandai, masih ada masyarakat kita yang sulit membiayai hidup dan pendidikan anak-anak mereka," ungkapnya.
Saat ini, kata bupati, mata pencaharian masyarakat Kuansing rata-rata petani. Apakah sektor pertanian dan perkebunan, mulai tanaman pangan hingga palawija.
"Sebagaian besar petani pekebun, baik kebun karet dan sawit," katanya.
Bicara kebun karet tutur Bupati, lebih dari delapan tahun harga karet sangat tidak menggembirakan. Satu kilonya hanya Rp6000-7000. Makanya, ekonomi masyarakat tidak terangkat.
"Kita menawarkan kepada para petani supaya mengikuti lelang karet. Harganya sama se-Kuansing," ungkapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru