PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Gubri Syamsuar Teken MoU Investasi Pariwisata dan Stadion Utama dengan Investor Singapura
PEKANBARU, Riauin.com - Potensi pariwisata di Provinsi Riau sangat besar dan harus dikembangkan, sejalan dengan visi misi Provinsi Riau 2019-2024. Untuk menyatukan persepsi dan keseriusan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menandatangani MoU dengan investor asal Singapura untuk investasi pariwisata di Pulau Rupat (Kabupaten Bengkalis) dan Stadion Utama Riau.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, Doni Aprialdi mengatakan kepada wartawan, pihak Singapura melihat Stadion Utama Riau sangat memiliki potensi yang besar. Dimana selain menjadi ikon Riau, tempat ini bisa menjadi objek wisata ketika wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Riau.
"Kalau Stadion Utama Riau bagus dan menjadi destinasi wisata, tentu akan membuat hunian hotel menjadi penuh. Serta, akan banyak bermunculan tempat kuliner yang berkelas. Sehingga olahraga bisa ikut andil dalam perkembangan pariwisata di Riau," ucap Doni, Minggu (19/1/2020).
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, bahwa Kawasan Pulau Rupat disiapkan sebagai kawasan strategis wisata nasional. Kedepannya Pemprov Riau memiliki rencana besar dalam pengembangan Pulau Rupat dan merangkai wisata di pulau-pulau yang ada di Sumatera ke depannya.
"Selain pariwisata, investor dari Singapura juga tertarik melakukan investasi di Stadion Utama Riau. Dengan adanya pemain dunia yang merumput di Stadion Utama Riau, akan memberikan dampak besar terhadap kunjungan wisatawan ke Riau," ungkap Syamsuar.
Tahun ini, dikatakan Syamsuar, perbaikan terhadap stadion kebanggaan masyarakat Riau mulai diperbaiki. Untuk itu, sudah menjadi tanggungjawab semua pihak untuk bisa menjaga aset yang nilainya sangat besar ini.
"Ini kan stadionnya masyarakat Riau, jadi kita sama-sama menjaga. Jangan kita rusak atau kotori dengan hal-hal negatif. Bagaimana pun juga, pemerintah provinsi mencari jalan agar stadion ini tak lagi menjadi beban APBD dan dapat memberikan PAD," jelas Syamsuar.
Saat penandatanganan MoU tersebut dihadiri Sekdakab Bengkalis Bustami, Mr Nazar Isyam dari Singapura, Mr Alberto Neneca dari Brazil, Mr Naza dari Malaysia, dan Mr Syarif dari Indonesia, serta Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya. (int/nol)
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, Doni Aprialdi mengatakan kepada wartawan, pihak Singapura melihat Stadion Utama Riau sangat memiliki potensi yang besar. Dimana selain menjadi ikon Riau, tempat ini bisa menjadi objek wisata ketika wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Riau.
"Kalau Stadion Utama Riau bagus dan menjadi destinasi wisata, tentu akan membuat hunian hotel menjadi penuh. Serta, akan banyak bermunculan tempat kuliner yang berkelas. Sehingga olahraga bisa ikut andil dalam perkembangan pariwisata di Riau," ucap Doni, Minggu (19/1/2020).
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, bahwa Kawasan Pulau Rupat disiapkan sebagai kawasan strategis wisata nasional. Kedepannya Pemprov Riau memiliki rencana besar dalam pengembangan Pulau Rupat dan merangkai wisata di pulau-pulau yang ada di Sumatera ke depannya.
"Selain pariwisata, investor dari Singapura juga tertarik melakukan investasi di Stadion Utama Riau. Dengan adanya pemain dunia yang merumput di Stadion Utama Riau, akan memberikan dampak besar terhadap kunjungan wisatawan ke Riau," ungkap Syamsuar.
Tahun ini, dikatakan Syamsuar, perbaikan terhadap stadion kebanggaan masyarakat Riau mulai diperbaiki. Untuk itu, sudah menjadi tanggungjawab semua pihak untuk bisa menjaga aset yang nilainya sangat besar ini.
"Ini kan stadionnya masyarakat Riau, jadi kita sama-sama menjaga. Jangan kita rusak atau kotori dengan hal-hal negatif. Bagaimana pun juga, pemerintah provinsi mencari jalan agar stadion ini tak lagi menjadi beban APBD dan dapat memberikan PAD," jelas Syamsuar.
Saat penandatanganan MoU tersebut dihadiri Sekdakab Bengkalis Bustami, Mr Nazar Isyam dari Singapura, Mr Alberto Neneca dari Brazil, Mr Naza dari Malaysia, dan Mr Syarif dari Indonesia, serta Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya. (int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah