PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Komite Paralimpiade Ajukan RP 82 Miliar Untuk PON Papua
PEKANBARU, Riauin.com - National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau memprediksi kebutuhan dana untuk mengikuti Pekanbaru Olympic National di Papua nanti sebesar RP 82 miliar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua NPC Provinsi Riau, Jaya Kusuma kepada Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution di Ruangan Wakil Gubernur Riau, Senin (13/1/20).
Jaya menyampaikan maksud baiknya untuk bertemu Wagubri dalam rangka mempersiapkan alokasi dana untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Papua pada Oktober mendatang.
Anggaran yang disebutkan Jaya kepada Wagubri untuk persiapan PON di Papua sebesar RP 82 miliar. Ia mengaku organisasinya tidak mengada-ngada dalam menyampaikan jumlah anggaran.
"Kami tidak mengada-ngada. Sebagai olahraga yang atlitnya menyandang disabilitas, kami memprediksi RP 82 miliar cukup untuk biaya ke Papua nanti," ujarnya.
Jaya mengatakan di PON Papua mendatang atlitnya hanya akan mengikuti beberapa cabang olahraga diantaranya atletik, judo, bulu tangkis, renang, tenis meja, catur dan balap sepeda.
Jaya memaparkan, anggaran yang diajukan tersebut juga termasuk untuk bonus. Selain itu, karena atlitnya difabel maka setiap atlit mempunyai pendamping.
"Itulah juga yang membuat anggaran kami besar. Seandainya kami memberangkatkan 10 atlit, otomatis pendamping mereka juga ikut," pungkasnya.
Mendengar hal tersebut, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menyambut baik atas kunjungan anggota NPC kepada Pemprov Riau. Namun Wagubri mengaku agak sedikit terkejut dengan jumlah dana yang diajukan, dikarenakan belum seratus persen faham dengan organisasi tersebut.
"Saya perlu mengetahui NPC ini apa dan kondisi atlitnya bagaiman sehingga memerlukan dana sebanyak itu" ujarnya.
Mengingat hal tersebut, Edy mengarahkan bahwa NPC harus melakukan komunikasi yang baik terlebih dahulu kepada aparat menurut alur yang berkaitan dengan pendanaan agar didapat solusi dan harapan yang diinginkan.
"Mungkin NPC juga melakukan semacam kunjungan yang serupa dengan anggota dewan, karena mereka yang berhak melakukan pencairan dana tersebut," tutur Wagub.(int/nol)
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua NPC Provinsi Riau, Jaya Kusuma kepada Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution di Ruangan Wakil Gubernur Riau, Senin (13/1/20).
Jaya menyampaikan maksud baiknya untuk bertemu Wagubri dalam rangka mempersiapkan alokasi dana untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Papua pada Oktober mendatang.
Anggaran yang disebutkan Jaya kepada Wagubri untuk persiapan PON di Papua sebesar RP 82 miliar. Ia mengaku organisasinya tidak mengada-ngada dalam menyampaikan jumlah anggaran.
"Kami tidak mengada-ngada. Sebagai olahraga yang atlitnya menyandang disabilitas, kami memprediksi RP 82 miliar cukup untuk biaya ke Papua nanti," ujarnya.
Jaya mengatakan di PON Papua mendatang atlitnya hanya akan mengikuti beberapa cabang olahraga diantaranya atletik, judo, bulu tangkis, renang, tenis meja, catur dan balap sepeda.
Jaya memaparkan, anggaran yang diajukan tersebut juga termasuk untuk bonus. Selain itu, karena atlitnya difabel maka setiap atlit mempunyai pendamping.
"Itulah juga yang membuat anggaran kami besar. Seandainya kami memberangkatkan 10 atlit, otomatis pendamping mereka juga ikut," pungkasnya.
Mendengar hal tersebut, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menyambut baik atas kunjungan anggota NPC kepada Pemprov Riau. Namun Wagubri mengaku agak sedikit terkejut dengan jumlah dana yang diajukan, dikarenakan belum seratus persen faham dengan organisasi tersebut.
"Saya perlu mengetahui NPC ini apa dan kondisi atlitnya bagaiman sehingga memerlukan dana sebanyak itu" ujarnya.
Mengingat hal tersebut, Edy mengarahkan bahwa NPC harus melakukan komunikasi yang baik terlebih dahulu kepada aparat menurut alur yang berkaitan dengan pendanaan agar didapat solusi dan harapan yang diinginkan.
"Mungkin NPC juga melakukan semacam kunjungan yang serupa dengan anggota dewan, karena mereka yang berhak melakukan pencairan dana tersebut," tutur Wagub.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah