PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Lima dari 422 Penderita DBD Tahun 2019 Meninggal Dunia
PEKANBARU, Riauin.com - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru pada tahun lalu mencapai 422 kasus. Lima diantaranya meninggal dunia.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, penderita DBD yang meninggal dunia tersebut diduga akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Untuk yang mendapat penanganan medis dengan cepat, alhamdulillah semuanya sudah sembuh," kata Amin, Selasa (7/1/2020).
Awal tahun 2020 ini, Diskes Pekanbaru mencatat ada lima kasus DBD. Sesuai penjelasan Walikota, kata Amin, faktor lingkungan memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat yakni mencapai 40 persen.
"Jadi intinya, ada di lingkungan. Masyarakat harus menerapkan prilaku hidup bersih di lingkungannya. Sebab, mereka paling berperan penting untuk melakukannya," kata dia.
Upaya fogging, lanjutnya, bukan cara efektif untuk memberantas DBD. Sebab fogging hanya dapat memutus mata rantai nyamuk dewasa.
"Sedangkan untuk telurnya tidak dapat dibasmi. Bahkan hal yang membahayakan adalah terjadinya resistan, yaitu kekebalan nyamuk tehadap fogging jika sering dilakukan," jelasnya.
Amin mengimbau, warga yang menderita gejala-gelaja demam berdarah agar segera memeriksakan kesehatan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
"Sehingga bisa diberikan penanganan medis dengan cepat," kata dia.(int/nol)
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, penderita DBD yang meninggal dunia tersebut diduga akibat terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Untuk yang mendapat penanganan medis dengan cepat, alhamdulillah semuanya sudah sembuh," kata Amin, Selasa (7/1/2020).
Awal tahun 2020 ini, Diskes Pekanbaru mencatat ada lima kasus DBD. Sesuai penjelasan Walikota, kata Amin, faktor lingkungan memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat yakni mencapai 40 persen.
"Jadi intinya, ada di lingkungan. Masyarakat harus menerapkan prilaku hidup bersih di lingkungannya. Sebab, mereka paling berperan penting untuk melakukannya," kata dia.
Upaya fogging, lanjutnya, bukan cara efektif untuk memberantas DBD. Sebab fogging hanya dapat memutus mata rantai nyamuk dewasa.
"Sedangkan untuk telurnya tidak dapat dibasmi. Bahkan hal yang membahayakan adalah terjadinya resistan, yaitu kekebalan nyamuk tehadap fogging jika sering dilakukan," jelasnya.
Amin mengimbau, warga yang menderita gejala-gelaja demam berdarah agar segera memeriksakan kesehatan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
"Sehingga bisa diberikan penanganan medis dengan cepat," kata dia.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah