PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Wakil DPRD Pekanbaru Soroti Terhentinya Operasional Bus TMP
PEKANBARU, Riauin.com - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal menyayangkan terhentinya operasional bus Trans Metro Pekanbaru (TMP), Selasa (31/12/2019). Aksi ini lantaran ratusan pramudi belum terima gaji selama hampir dua bulan.
Nofrizal menilai kejadian ini sebagai dampak dari manajemen PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) yang tidak profesional. Katanya, mereka tidak boleh terlalu bergantung kepada APBD.
"Ini bukti tidak profesional, seharusnya perusahaan daerah sudah bisa mandiri. Apalagi ini untuk bayar gaji," tegasnya kepada wartawan, Rabu (1/1/2020).
Menurutnya, manajemen dari anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) harus memilah dana perusahaan. APBD tidak mungkin digunakan untuk operasional bus TMP secara menyeluruh.
Apalagi saat gaji mengandalkan APBD. Para pramudi dan pramugara bisa mogok kembali saat APBD mengalami defisit.
Politisi PAN ini menilai pemerintah kota harus mengevaluasi kinerja manajemen PT TPM. Mereka juga harus mengevaluasi operasional secara menyeluruh.
Manajemen PT TPM harus bisa memberi keuntungan dalam jasa transportasi kota ini. "Mereka perusahaan daerah seharusnya memberi keuntungan bagi pemasukan daerah," paparnya.
Nofrizal kembali mengingatkan agar operasional bus TMP jangan sampai terlalu bergantung pada APBD. Ia menyebut bahwa ketergantungan terhadap APBD sangat berbahaya.(int/nol)
Nofrizal menilai kejadian ini sebagai dampak dari manajemen PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) yang tidak profesional. Katanya, mereka tidak boleh terlalu bergantung kepada APBD.
"Ini bukti tidak profesional, seharusnya perusahaan daerah sudah bisa mandiri. Apalagi ini untuk bayar gaji," tegasnya kepada wartawan, Rabu (1/1/2020).
Menurutnya, manajemen dari anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) harus memilah dana perusahaan. APBD tidak mungkin digunakan untuk operasional bus TMP secara menyeluruh.
Apalagi saat gaji mengandalkan APBD. Para pramudi dan pramugara bisa mogok kembali saat APBD mengalami defisit.
Politisi PAN ini menilai pemerintah kota harus mengevaluasi kinerja manajemen PT TPM. Mereka juga harus mengevaluasi operasional secara menyeluruh.
Manajemen PT TPM harus bisa memberi keuntungan dalam jasa transportasi kota ini. "Mereka perusahaan daerah seharusnya memberi keuntungan bagi pemasukan daerah," paparnya.
Nofrizal kembali mengingatkan agar operasional bus TMP jangan sampai terlalu bergantung pada APBD. Ia menyebut bahwa ketergantungan terhadap APBD sangat berbahaya.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah