PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Jalur Riau - Sumbar di Kampar Macet Total
PEKANBARU, Riauin.com - Jalan Lintas Riau-Sumbar macet panjang, Jumat (27/12/2019). Kendaraan mengular di sekitar jembatan pertama Danau Koto Panjang, Kampar akibat longsor.
Kendaraan terpaksa bergerak perlahan ke arah Sumatera Barat (Sumbar) atau sebaliknya, ke Riau, karena diberlakukan sistem buka tutup.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kampar mengatur kendaraan agar bisa melintas secara bergiliran.
Saparuddin, salah satu pengendara yang menuju Sumbar dari Riau mengaku antrean kendaraan terbilang cukup panjang.
"Antrian panjang menuju Sumbar. Jalan longsor sebelum jembatan pertama Danau Koto Panjang Kampar," katanya dalam status Facebook yang diupload pukul 10.51 wib, Jumat (27/12/2019). Dia juga memposting foto kendaraan yang tampak mengular nyaris tak bergerak.
Jalan Lintas Riau-Sumbar Rawan Longsor
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) menghimbau kepada para pengguna jalan lintas Sumbar - Riau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini.
Kepala Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota Ramadinol mengatakan, ada tiga titik di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota yang rawan longsor besar.
“Kita minta pengguna jalan untuk terus berhati-hati, apalagi jalan nasional Sumbar - Riau terkenal dengan tanah longsornya. Apabila melintas, sebaiknya di siang hari. Hindari perjalanan pada malam hari,†ucap Ramadinol.
Menurut Ramadinol, berdasarkan data BPBD terdapat tiga titik di sepanjang jalan lintas di kawasan Limapuluh Kota yang berpotensi terjadi tanah longsor skala besar. “Ada tiga titik yang rawan terhadap longsor besar,â€katanya.
Ketiga titik itu, yakni di kawasan perbukitan Hulu Aia sebelum fly over Kelok Sambilan, kemudian kawasan perbukitan Koto Alam dan kawasan perbukitan Lubuak Jantan Mangilang.
“Di sana, sudah terlihat keretakan pada tanah tebing perbukitan. Ini sangat mengancam terutama bagi pengguna jalan Sumbar - Riau,†ucapnya.
Sedangkan, katanya, untuk kawasan Pangkalan sampai perbatasan Sumbar -Riau masih dalam kategori aman. (int/nol)
Kendaraan terpaksa bergerak perlahan ke arah Sumatera Barat (Sumbar) atau sebaliknya, ke Riau, karena diberlakukan sistem buka tutup.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kampar mengatur kendaraan agar bisa melintas secara bergiliran.
Saparuddin, salah satu pengendara yang menuju Sumbar dari Riau mengaku antrean kendaraan terbilang cukup panjang.
"Antrian panjang menuju Sumbar. Jalan longsor sebelum jembatan pertama Danau Koto Panjang Kampar," katanya dalam status Facebook yang diupload pukul 10.51 wib, Jumat (27/12/2019). Dia juga memposting foto kendaraan yang tampak mengular nyaris tak bergerak.
Jalan Lintas Riau-Sumbar Rawan Longsor
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) menghimbau kepada para pengguna jalan lintas Sumbar - Riau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini.
Kepala Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota Ramadinol mengatakan, ada tiga titik di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota yang rawan longsor besar.
“Kita minta pengguna jalan untuk terus berhati-hati, apalagi jalan nasional Sumbar - Riau terkenal dengan tanah longsornya. Apabila melintas, sebaiknya di siang hari. Hindari perjalanan pada malam hari,†ucap Ramadinol.
Menurut Ramadinol, berdasarkan data BPBD terdapat tiga titik di sepanjang jalan lintas di kawasan Limapuluh Kota yang berpotensi terjadi tanah longsor skala besar. “Ada tiga titik yang rawan terhadap longsor besar,â€katanya.
Ketiga titik itu, yakni di kawasan perbukitan Hulu Aia sebelum fly over Kelok Sambilan, kemudian kawasan perbukitan Koto Alam dan kawasan perbukitan Lubuak Jantan Mangilang.
“Di sana, sudah terlihat keretakan pada tanah tebing perbukitan. Ini sangat mengancam terutama bagi pengguna jalan Sumbar - Riau,†ucapnya.
Sedangkan, katanya, untuk kawasan Pangkalan sampai perbatasan Sumbar -Riau masih dalam kategori aman. (int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah