PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Hasil Evaluasi, Jemaah Keluhkan Minimnya Air Bersih di Asrama EHA Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau tahun 2019, di kantor Gubernur Riau, Kamis (5/12/2019).
Dari evaluasi tersebut, hasilnya terdapat beberapa catatan PPIH berdasarkan hasil survei kepuasan jemaah terhadap penyelenggaraan EHA 2019, yakni soal akomodasi air bersih dan sempitnya ruang aula.
"Iya tadi kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait proses penyelenggaraan EHA Riau tahun 2019," kata Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie kepada wartawan.
Dia mengatakan, evaluasi dilakukan mulai kedatangan, penginapan, pemberangkatan, menyambut kepulangan di EHA Riau sampai jemaah kembali ke daerah.
"Tadi juga kami menyampaikan hasil survei kepuasan jemaah atas penyelenggaraan EHA Riau 2019. Ada satu item yang menjadi catatan yakni akomodasi menyangkut air bersih dinilai kurang, dan sempitnya aula kedatangan di asrama EHA," ujarnya.
"Kalau dinilai rata-rata nilainya hanya 67 persen. Sedangkan untuk komponen lainnya seperti dokumen, keamanan, kebersihan, ibadah dan bimbingan itu nilainya diatas 80 persen. Jadi yang akomodasi masih di bawah 70 persen," sambungnya menerangkan.
Terhadap keluhan jemaah itu, lanjut Ahmad Syah, pihaknya sudah mengakomodir di APBD 2020 untuk perbaikan. Hanya saja dia tak ingat berapa angkanya.
"Untuk perbaikan dan kelengkapan asrama EHA Riau itu sudah masuk di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Riau APBD 2020," tukasnya.(int/nol)
Dari evaluasi tersebut, hasilnya terdapat beberapa catatan PPIH berdasarkan hasil survei kepuasan jemaah terhadap penyelenggaraan EHA 2019, yakni soal akomodasi air bersih dan sempitnya ruang aula.
"Iya tadi kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait proses penyelenggaraan EHA Riau tahun 2019," kata Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie kepada wartawan.
Dia mengatakan, evaluasi dilakukan mulai kedatangan, penginapan, pemberangkatan, menyambut kepulangan di EHA Riau sampai jemaah kembali ke daerah.
"Tadi juga kami menyampaikan hasil survei kepuasan jemaah atas penyelenggaraan EHA Riau 2019. Ada satu item yang menjadi catatan yakni akomodasi menyangkut air bersih dinilai kurang, dan sempitnya aula kedatangan di asrama EHA," ujarnya.
"Kalau dinilai rata-rata nilainya hanya 67 persen. Sedangkan untuk komponen lainnya seperti dokumen, keamanan, kebersihan, ibadah dan bimbingan itu nilainya diatas 80 persen. Jadi yang akomodasi masih di bawah 70 persen," sambungnya menerangkan.
Terhadap keluhan jemaah itu, lanjut Ahmad Syah, pihaknya sudah mengakomodir di APBD 2020 untuk perbaikan. Hanya saja dia tak ingat berapa angkanya.
"Untuk perbaikan dan kelengkapan asrama EHA Riau itu sudah masuk di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Riau APBD 2020," tukasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah