PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Gubri: Kita Perlu Terobosan Baru Hadapi Ekonomi Global
PEKANBARU, Riauin.com - Gubernur Riau, Syamsuar memberikan sambutan dan arahan pada Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Periode 2019 - 2024, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (3/12/2019)
Pada sambutannya Gubernur Riau, Syamsuar mengucapkan selamat kepada ketua DPW Apkasindo Riau Santha Buana dan seluruh pengurus yang baru selesai dikukuhkan untuk dapat memimpin sekaligus membantu masyarakat, khusus para petani sawit Riau.
Untuk diketahui, Provinsi Riau merupakan penghasil sawit terbesar di Indonesia, dan menurut data dari BPS, jumlah sawit Riau ada sekitar 2,4 juta, itu yang terdaftar, kalau di lihat masih banyak lahan sawit Riau yang belum masuk data BPS.
"Berdasarkan data dari 2,4 juta itu, tidak semuanya juga perkebunan sawit yang membayar pajak, setelah dilakukan pengecekan, yang membayar pajak hanya 1.000.194 hektare, dan 1 juta lagi tidak tau kemana," ucapnya.
Syamsuar menjelaskan pada saat ini, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5.0 tetapi Riau memiliki pertumbuhan ekonominya hanya 2,8 dan ini termasuk rendah di Indonesia.
Untuk mengangkat perekonomian Riau, Syamsuar menjelaskan bahwa tidak bisa hanya dengan mengandalkan minyak dan gas (migas) dan sawit. Oleh karena itu diperlukan terobosan-terobosan yang baru agar tidak pusing saat harga migas dan sawit anjlok.
"Bagaimana kita mau mengangkat APBN dan APBD serta ekonomi masyarakat sedangkan pajak negara kita saja tidak tercapai, oleh sebab itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat penting untuk membantu APBN dan APBD," tutupnya(int/nol)
Pada sambutannya Gubernur Riau, Syamsuar mengucapkan selamat kepada ketua DPW Apkasindo Riau Santha Buana dan seluruh pengurus yang baru selesai dikukuhkan untuk dapat memimpin sekaligus membantu masyarakat, khusus para petani sawit Riau.
Untuk diketahui, Provinsi Riau merupakan penghasil sawit terbesar di Indonesia, dan menurut data dari BPS, jumlah sawit Riau ada sekitar 2,4 juta, itu yang terdaftar, kalau di lihat masih banyak lahan sawit Riau yang belum masuk data BPS.
"Berdasarkan data dari 2,4 juta itu, tidak semuanya juga perkebunan sawit yang membayar pajak, setelah dilakukan pengecekan, yang membayar pajak hanya 1.000.194 hektare, dan 1 juta lagi tidak tau kemana," ucapnya.
Syamsuar menjelaskan pada saat ini, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5.0 tetapi Riau memiliki pertumbuhan ekonominya hanya 2,8 dan ini termasuk rendah di Indonesia.
Untuk mengangkat perekonomian Riau, Syamsuar menjelaskan bahwa tidak bisa hanya dengan mengandalkan minyak dan gas (migas) dan sawit. Oleh karena itu diperlukan terobosan-terobosan yang baru agar tidak pusing saat harga migas dan sawit anjlok.
"Bagaimana kita mau mengangkat APBN dan APBD serta ekonomi masyarakat sedangkan pajak negara kita saja tidak tercapai, oleh sebab itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat penting untuk membantu APBN dan APBD," tutupnya(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah