PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
44 TPS yang Terdampak Perluasan STC Akan Dibongkar Besok
PEKANBARU, Riauin.com - Sebanyak 44 Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang, yang terdampak perluasan pembangunan Sukaramai Trade Center (STC) akan dibongkar. Untuk itu, pedagang diminta untuk segera mengosongkan TPS, paling lambat hingga Rabu (20/12/2019) besok.
Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono, ketika mendatangi TPS bersama Tim percepatan pembangunan STC untuk melakukan penertiban, Selasa, (19/11/2019).
"Ini peringatan terakhir dari kita, setelah kita beri surat peringatan beberapa kali. Kita minta agar para pedagang yang terdampak perluasan pembangunan agar segera mengosongkan tempatnya paling tidak sampai besok," jelas Agus.
Agus menjelaskan penertiban ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya. Selain pedagang yang akan direlokasi karena terdampak perluasan STC, pihaknya juga menemukan pedagang yang menyewakan kembali TPS yang seharusnya ia tempati.
Padahal, berdasarkan kesepakatan bersama, pedagang yang menjadi korban kebakaran STC disediakan TPS secara gratis dengan tidak boleh menyewakannya kembali kepada pedagang lain.
"Beberapa TPS disewakan kembali ke pedangan lain, itu tidak boleh dan salah. Seharusnya hanya mereka yang menjadi korban kebakaran yang menempati," ucapnya.
Selain memberikan peringatan terakhir, dalam penertiban itu Satpol PP juga melakukan pembongkaran kunci TPS yang sudah tidak ditempati dan kosong.
Sementara itu, Suryanto selaku Kepala Cabang MPP yang menjadi pengembang STC mengatakan, pedagang yang direlokasi akibat perluasan pembangunan STC akan diberikan TPS pengganti. Meskipun hari ini seharusnya para pedagang sudah direlokasi, pihaknya juga masih memberikan waktu terakhir besok.
"Mereka yang direlokasi, kita pindahkan ke TPS yang lain. Kita juga beri mereka toleransi sampai besok untuk mengosongkan tempatnya,* paparnya.
Suryanto melanjutkan, pembangunan STC saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Ditargetkan pada awal 2020, para pedagang sudah bisa mengisi kios yang tersedia di STC, dan TPS yang tersedia bagi pedagang korban kebakaran tersebut sepenuhnya akan dibongkar.
"Jadi TPS secara keseluruhan harus dibongkar ditengah Januari, kemudian kita mulai pembangunan luarnya," ujarnya.
Adapun jumlah kios yang tersedia di STC berkisar 1,900 kios. Setiap kios disewakan dengan harga Rp24,5 juta permeter hingga batas waktu tahun 2046, atau berkisar Rp1 jutaan permeter untuk satu tahun.(int/nol)
Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono, ketika mendatangi TPS bersama Tim percepatan pembangunan STC untuk melakukan penertiban, Selasa, (19/11/2019).
"Ini peringatan terakhir dari kita, setelah kita beri surat peringatan beberapa kali. Kita minta agar para pedagang yang terdampak perluasan pembangunan agar segera mengosongkan tempatnya paling tidak sampai besok," jelas Agus.
Agus menjelaskan penertiban ini merupakan lanjutan dari agenda sebelumnya. Selain pedagang yang akan direlokasi karena terdampak perluasan STC, pihaknya juga menemukan pedagang yang menyewakan kembali TPS yang seharusnya ia tempati.
Padahal, berdasarkan kesepakatan bersama, pedagang yang menjadi korban kebakaran STC disediakan TPS secara gratis dengan tidak boleh menyewakannya kembali kepada pedagang lain.
"Beberapa TPS disewakan kembali ke pedangan lain, itu tidak boleh dan salah. Seharusnya hanya mereka yang menjadi korban kebakaran yang menempati," ucapnya.
Selain memberikan peringatan terakhir, dalam penertiban itu Satpol PP juga melakukan pembongkaran kunci TPS yang sudah tidak ditempati dan kosong.
Sementara itu, Suryanto selaku Kepala Cabang MPP yang menjadi pengembang STC mengatakan, pedagang yang direlokasi akibat perluasan pembangunan STC akan diberikan TPS pengganti. Meskipun hari ini seharusnya para pedagang sudah direlokasi, pihaknya juga masih memberikan waktu terakhir besok.
"Mereka yang direlokasi, kita pindahkan ke TPS yang lain. Kita juga beri mereka toleransi sampai besok untuk mengosongkan tempatnya,* paparnya.
Suryanto melanjutkan, pembangunan STC saat ini sudah mencapai sekitar 75 persen. Ditargetkan pada awal 2020, para pedagang sudah bisa mengisi kios yang tersedia di STC, dan TPS yang tersedia bagi pedagang korban kebakaran tersebut sepenuhnya akan dibongkar.
"Jadi TPS secara keseluruhan harus dibongkar ditengah Januari, kemudian kita mulai pembangunan luarnya," ujarnya.
Adapun jumlah kios yang tersedia di STC berkisar 1,900 kios. Setiap kios disewakan dengan harga Rp24,5 juta permeter hingga batas waktu tahun 2046, atau berkisar Rp1 jutaan permeter untuk satu tahun.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah