PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Lima Warga Pekanbaru Meninggal karena DBD
PEKANBARU, Riauin.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menghantui Kota Pekanbaru. Hingga awal November 2019 ini sudah ada lima warga yang meninggal dunia.
"Mereka yang meninggal ini karena terlambat mendapat penanganan medis," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Amin, Kamis (14/11/2019).
Amin menyebut, sejak awal Januari 2019, setidaknya ada 365 warga Pekanbaru yang pernah terjangkit DBD. Sebagian warga yang terjangkit sudah sembuh. Sementara lima lainnya meninggal dunia.
"Satu orang yang baru meninggal kemarin, yaitu di Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di Gang Sekolah II. Hasil peninjauan di lapangan, lingkungan tempat tinggalnya banyak air tergenang di parit," jelasnya.
Kata dia, Diskes akan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sehingga nanti, penanganan DBD bisa dilakukan secara terpadu.
"Saya sudah perintahkan bawahan untuk membentuk tim baru dalam penanganan DBD yang melibatkan seluruh instansi terkait," jelasnya.
Di samping pembentukan tim terpadu, Diskes juga mengoptimalkan penanganan DBD di Puskesmas. Amin kliam, penderita DBD di Pekanbaru menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
"Pada 2018, penderita DBD yang meninggal mencapai 10 orang. Penderita yang mendapat perawatan mencapai 600 orang lebih," ungkapnya.
Para penderita DBD yang meninggal kemungkinan terlambat dibawa ke sarana kesehatan. Karena, penderita hanya mengalami demam biasa pada gejala awalnya.
"Padahal, si penderita harus menjalani uji darah. Jika tak diperiksakan, risikonya bisa fatal," jelasnya.
Ia mengimbau, masyarakat agar memeriksakan kondisinya saat demam ke Puskesmas terdekat. Kata dia, Puskesmas yang tersebar di Pekanbaru telah memiliki laboratorium untuk cek darah.
"Kalau ada trombosit pasien yang turun, kami cepat melakukan tindakan," jelasnya. (nol)
"Mereka yang meninggal ini karena terlambat mendapat penanganan medis," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Amin, Kamis (14/11/2019).
Amin menyebut, sejak awal Januari 2019, setidaknya ada 365 warga Pekanbaru yang pernah terjangkit DBD. Sebagian warga yang terjangkit sudah sembuh. Sementara lima lainnya meninggal dunia.
"Satu orang yang baru meninggal kemarin, yaitu di Kecamatan Rumbai Pesisir tepatnya di Gang Sekolah II. Hasil peninjauan di lapangan, lingkungan tempat tinggalnya banyak air tergenang di parit," jelasnya.
Kata dia, Diskes akan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sehingga nanti, penanganan DBD bisa dilakukan secara terpadu.
"Saya sudah perintahkan bawahan untuk membentuk tim baru dalam penanganan DBD yang melibatkan seluruh instansi terkait," jelasnya.
Di samping pembentukan tim terpadu, Diskes juga mengoptimalkan penanganan DBD di Puskesmas. Amin kliam, penderita DBD di Pekanbaru menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
"Pada 2018, penderita DBD yang meninggal mencapai 10 orang. Penderita yang mendapat perawatan mencapai 600 orang lebih," ungkapnya.
Para penderita DBD yang meninggal kemungkinan terlambat dibawa ke sarana kesehatan. Karena, penderita hanya mengalami demam biasa pada gejala awalnya.
"Padahal, si penderita harus menjalani uji darah. Jika tak diperiksakan, risikonya bisa fatal," jelasnya.
Ia mengimbau, masyarakat agar memeriksakan kondisinya saat demam ke Puskesmas terdekat. Kata dia, Puskesmas yang tersebar di Pekanbaru telah memiliki laboratorium untuk cek darah.
"Kalau ada trombosit pasien yang turun, kami cepat melakukan tindakan," jelasnya. (nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah