PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Hindari Membakar untuk Buka Lahan, Pemprov Riau Surati KLHK Minta Bantu Alat Berat
PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI meminta alat berat untuk membantu desa rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Kemarin kita sudah menyurati KLHK untuk membantu alat berat, yang sangat kita butuhkan yaitu jenis excavator yang bisa diperbantukan kepada desa atau kecamatan rawan Karhutla," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie.
Dia menerangkan, excavator itu bisa digunakan masyarakat agar tidak lagi membuka hutan dan lahan dengan cara membakar.
"Kita mendapat infromasi ada beberapa alat excavator yang kabarnya hasil sitaan dari KLHK tapi mungkin belum inkrah. Nah kalau sudah inkrah kami berharap bisa diperbantukan di Riau," harapnya.
Mantan Penjabat Bupati Bengkalis ini menyatakan, di provinsi Riau terdapat 186 desa di 75 kecamatan rawan Karhutla.
"Sekarang pak gubernur melalui dana APBD 2019 juga sudah memberikan dana ke masing-masing desa yaitu Rp200 juta per desa, salah satunya adalah membantu desa juga untuk memberikan peralatan Karhutla di masing-masing desa," bebernya.
Ahmad Syah berharap inovasi gubernur Riau meminjam bantuan alat berat excavator kepada KLHK bisa terwujud.
"Semoga Kementerian Pertanian dan KLHK dapat membantu alat excavator yang untuk dipergunakan kepada desa-desa rawan Karhutla yang ada di Riau," cakapnya.(int/nol)
"Kemarin kita sudah menyurati KLHK untuk membantu alat berat, yang sangat kita butuhkan yaitu jenis excavator yang bisa diperbantukan kepada desa atau kecamatan rawan Karhutla," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Syah Harrofie.
Dia menerangkan, excavator itu bisa digunakan masyarakat agar tidak lagi membuka hutan dan lahan dengan cara membakar.
"Kita mendapat infromasi ada beberapa alat excavator yang kabarnya hasil sitaan dari KLHK tapi mungkin belum inkrah. Nah kalau sudah inkrah kami berharap bisa diperbantukan di Riau," harapnya.
Mantan Penjabat Bupati Bengkalis ini menyatakan, di provinsi Riau terdapat 186 desa di 75 kecamatan rawan Karhutla.
"Sekarang pak gubernur melalui dana APBD 2019 juga sudah memberikan dana ke masing-masing desa yaitu Rp200 juta per desa, salah satunya adalah membantu desa juga untuk memberikan peralatan Karhutla di masing-masing desa," bebernya.
Ahmad Syah berharap inovasi gubernur Riau meminjam bantuan alat berat excavator kepada KLHK bisa terwujud.
"Semoga Kementerian Pertanian dan KLHK dapat membantu alat excavator yang untuk dipergunakan kepada desa-desa rawan Karhutla yang ada di Riau," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah