PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Amien Rais: Saya Masih Menahan Diri Kritik Jokowi
Yogyakarta, Riauin.com -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku masih menahan diri untuk melontarkan kritik terhadap kabinet Presiden Joko Widodo (jilid II atau Kabinet Indonesia Maju.
"Saya masih menahan diri, karena saya harus fair harus sportif," kata Amien usai menjadi pembicara dalam kajian dengan tema Islam dan Komunis (bahaya laten komunis) di Masjid Jami' Karangkajen, Yogyakarta, Minggu (27/10) malam.
Amien akan memberikan waktu kepada pemerintah Jokowi di periode kedua ini untuk bekerja. Namun, bila di tengah jalan, kinerja pemerintah jeblok maka ia akan kembali akan memberikan kritik.
"Kalau ternyata sudah enam bulan ternyata tidak bisa apa-apa nanti kita buat perhitungan," kata Amien.
Menurut Amien, pemerintah perlu diberi waktu untuk merealisasikan cita-cita yang dijanjikan enam bulan hingga satu tahun ke depan. Pemerintah juga memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi.
"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," kata dia.
Amien menegaskan dia tak segan-segan untuk 'menjewer' pemerintah bila janji janji Jokowi pada masa kampanye tak terealisasi.
"Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi. Tidak 'deliver' artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," kata Amien.
Sementara itu, terkait masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju, Amien mengaku tidak merestui juga tidak menentangnya.
"Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," kata Amien.
Jokowi telah membentuk kabinet Indonesia Maju untuk membantunya selama lima tahun ke depan. Susunan kabinet berasal dari partai politik dan profesional.(int/nol)
"Saya masih menahan diri, karena saya harus fair harus sportif," kata Amien usai menjadi pembicara dalam kajian dengan tema Islam dan Komunis (bahaya laten komunis) di Masjid Jami' Karangkajen, Yogyakarta, Minggu (27/10) malam.
Amien akan memberikan waktu kepada pemerintah Jokowi di periode kedua ini untuk bekerja. Namun, bila di tengah jalan, kinerja pemerintah jeblok maka ia akan kembali akan memberikan kritik.
"Kalau ternyata sudah enam bulan ternyata tidak bisa apa-apa nanti kita buat perhitungan," kata Amien.
Menurut Amien, pemerintah perlu diberi waktu untuk merealisasikan cita-cita yang dijanjikan enam bulan hingga satu tahun ke depan. Pemerintah juga memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi.
"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," kata dia.
Amien menegaskan dia tak segan-segan untuk 'menjewer' pemerintah bila janji janji Jokowi pada masa kampanye tak terealisasi.
"Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi. Tidak 'deliver' artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," kata Amien.
Sementara itu, terkait masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju, Amien mengaku tidak merestui juga tidak menentangnya.
"Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," kata Amien.
Jokowi telah membentuk kabinet Indonesia Maju untuk membantunya selama lima tahun ke depan. Susunan kabinet berasal dari partai politik dan profesional.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK